Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

16/02/12

Riwayat Perjuangan Sultan Hasanuddin

Nusantara kita terdiri dari ribuan pulau dengan kekayaan alam yang berlimpah ruah. Diantara pulau-pulau itu, ada sebuah pulau yang bentuknya menyerupai huruf K. Pulau itu tidak lain adalah Pulau Sulawesi. Dahulu, pada abad ke-15 sampai abad ke-17, di bagian pulau sulawesi terletak sebuah kerajaan yang besar dan disegani bernama kerajaan gowa. Menurut catatan para ahli, kerajaan gowa ini didirikan pada sekitar tahun 1300 Masehi dan dikenal serta disegani oleh bangsa Eropa kerena kebesaran dan kekuatan armada perangnnya. Salah satu raja yang memerintah kerajaan gowa itu adalah I Mallombasi Daeng Mattawang, Karaeng Bonto Mangape, Sultan Hasanuddin, Tumenanga ri Ballapangkana (yang meninggal di istananya yang indah). Beliau dikenal sebagai Sultan Hasanuddin, yang dijuluki "Ayam Jantan Dari Timur". Raja Gowa ke-16 yang memerintah kerajaan gowa tahun 1653-1669 menggantikan ayahnya Sultan Malikussaid yang memerintah pada tahun 1639-1653.

08/02/12

Kisah Percintaan Datu Museng Dan Maipa Deapati

Kisah cinta nan mengharukan antara Datu Museng dan Maipa Deapati ini berangkat dari cerita rakyat yang sangat populer dikalangan masyarakat Makassar, yang dituturkan oleh orang-orang tua kepada anak cucu mereka, agar mereka dapat memetik hikmah dari pendidikan, perjuangan dan kesetiaan. Begitu hebatnya cerita antara Datu Museng putra bangsawan kerajaan Gowa dan Maipa Deapati Putri bangsawan Kerajaan Sumbawa ini tertanam di dalam benak orang-orang makassar, sehingga kemudian nama dari kedua tokoh legendaris ini pantas untuk diabadikan sebagai nama jalan di Kota Makassar, Nama jalan itu seakan sengaja dibuat berdampingan saling berdekatan seakan-akan Pemerintah Kota Makassar turut merestui hubungan percintaan abadi mereka berdua.

Pada ujung barat jalan Datu Museng, terdapat situs makam dengan dua nisan kayu yang bersanding kukuh, yang konon katanya itulah makam kedua pasangan cinta ini dimakamkam, Datu Museng dan kekasihnya Maipa Deapati.

23/12/11

Menelusuri Sejarah Perjuangan Ranggong Daeng Romo


Ada yang belum kenal siapa itu yang bernama Ranggong Daeng Romo? Kali ini Icapila Daeng Kana dalam Sepotong Cerita Dari Pannyingkul Kota Makassar akan menyajikan satu sosok Pahlawan gagah Berani dari Kabupaten Takalar yaitu Ranggong Daeng Romo

Di tengah-tengah suasana perang melawan penjajah Belanda, lahirlah putra kesatria pejuang-pejuang bangsa dari Polongbangkeng Kabupaten Takalar. Sejarah perjuangan rakyat Indonesia yang sejak dulu dikenal sebagai basis Panglima LAPRIS, Ranggong Daeng Romo dan Pajonga daeng Ngalle Karaeng Polongbangkeng dikenal sangat gigih melawan penjajah Belanda bersama-sama para pejuang rakyat Polongbangkeng untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia, dengan tekad teguh “Senasib sepenanggungan berdasarkan semangat kekeluargaan “Se’re Pacce Se’re Siri’ Sipapappaccei Sipassiriki.”

Ranggong Daeng Romo dilahirkan pada tahun 1915, di suatu tempat yang dikenal oleh masyarakat dengan nama kampung Bone-Bone, Bate Moncokomba, Distrik Polombangkeng, Takalar. Ia adalah putra sulung dari enam bersaudara dari pasangan suami istri Gallarang Moncokomba, Mangngulabbe Daeng Makkiyo dengan Bati Daeng Jimo. Mereka adalah keturunan keluarga bangsawan kaya yang dermawan di Polombangkeng yang mempunyai tradisi kepahlawanan dalam membela dan mempertahankan kehormatan bangsa dan tanah air.

Sejak kecil, Ranggong Daeng Romo ditempa untuk menjadi anak yang berguna bagi masyarakat. Ia dimasukkan belajar pada pondok pesantren di Cikoang untuk memperoleh pendidikan ajaran Islam dan lanjut ke Sekolah Rakyat atau Inlandsche School. Setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah tersebut, ia hendak dimasukkan ke HIS, tapi karena pendiriannya yang teguh dan tidak menyukai sekolah milik Belanda, maka ia dimasukkan ke sekolah Partikulir atau Taman Siswa yang telah dikenalnya.

Setelah berhenti bersekolah, ia kembali ke Polombangkeng mendampingi orangtuanya dalam menjalankan roda pemerintahan sebagai Gallarang Moncokomba. Ketika ia berusia 18 tahun, ia dikawinkan dengan sepupunya yang bernama Bungatubu Daeng Lino, puteri Gallarang Bontokandatto, Tarasi Daeng Bantang pada tahun 1993. Sejak itu, ia membantu mertuanya yang juga pamannya dalam menjalankan tugas pemerintahan sebagai Gallarang Bontokandatto sampai pada masa pendaratan militer Jepang tahun 1942.

Pada masa pendudukan militer Jepang, Ranggong Daeng Romo bekerja pada perusahaan Jepang Naniyo Kuhatsu Kabusuki Kaisha (NKKK) yaitu perusahaan pembelian beras dari militer Jepang di Takalar. Ini merupakan upaya penyesuaian diri agar tetap dapat memperhatikan dan melindungi rakyat dari kekejaman penguasa militer Jepang.

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, yang diumumkan oleh Soekarno-Hatta, atas nama seluruh bangsa Indonesia ke seluruh pelosok tanah air, maka atas persetujuan Karaeng Polombangkeng Pajonga Daeng Ngalle, Ranggong Daeng Romo termasuk salah satu yang memprakarsai berdirinya organisasi perjuangan di Polombangkeng, yang kemudian dikenal dengan nama Gerakan Muda Bajeng (GMB).

Organisasi perjuangan Gerakan Muda Bajeng ini dibentuk pada tanggal 16 Oktober 1945. Pada mulanya Ranggong Daeng Romo hanya diangkat sebagai komandan barisan penerjang/pertahanan untuk wilayah Moncokomba dan merangkap sebagai Kepala Wilayah (Bate) Ko’Mara. Karena keberhasilannya dalam mengemban tugas tersebut, maka pada tanggal 27 Februari 1946, Ranggong Daeng Romo diangkat menjadi komandan barisan penerjang Gerakan Muda Bajeng.

Pada tanggal 2 April 1946, GMB menjelma menjadi Laskar Lipan Bajeng, dan Ranggong Daeng Romo diangkat sebagai pucuk pimpinan. Kelaskaran Lipan Bajeng ini merupakan salah satu dari sekian banyak laskar perjuangan yang ada di daerah Sulawesi Selatan dan sekaligus merupakan salah satu wadah bagi rakyat dalam perjuangan menegakkan, membela dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Untuk mewujudkan rencana penyatuan kelaskaran-kelaskaran yang tersebar di setiap daerah dalam satu wadah, maka pada tanggal 17 Juli 1946, terbentuklah secara resmi organisasi gabungan kelaskaran yang dikenal dengan nama “Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS),” yang terdiri dari gabungan 19 organisasi laskar perjuangan dan Ranggong Daeng Romo diangkat sebagai Panglima LAPRIS (Ketua Bidang Ketentaraan/Kemiliteran).

Tanggal 21 Februari 1946 untuk pertama kalinya, Ranggong Daeng Romo memimpin langsung pertempuran dengan kekuatan kurang lebih 100 orang anggota pasukan menyerang kubu pertahanan musuh (Belanda) di daerah Takalar dan tanggal 28 Februari 1947 merupakan pertempuran terakhir yang dipimpin langsung oleh Ranggong Daeng Romo di bukit Lengkese, dimana ia sendiri gugur sebagai ksatria dalam pertempuran tersebut.

22/12/11

Hari ini Untuk Ibuku


02/12/11

Menelusuri Sejarah Berdirinya Kota Makassar Melalui Kompleks Makam Raja Tallo




Kota Makassar adalah salah satu kota tua di Indonesia berkembang dari sebuah wilayah kecil bernama Tallo. Di tempat ini terbaring jasad para Raja-raja dan pendiri kota makassar. Jika anda ingin menelusuri kembali serta ingin memahami arti penting Makassar dalam sejarah peradaban Nusantara, silahkan langsung saja datang ke Tallo di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Makassar, berkisar anatar 6 kilometer dari sebelah utara pusat kota Makassar, disana terdapat Kompleks Makam Raja-raja Tallo.

Andaikata keberadaan kompleks makam tersebut tidak ada, maka kemungkinan besar orang-orang tidak akan mengetahui bahwa di wilayah tersebut pernah berdiri kota para raja, cikal bakal Kota Makassar. Tallo berada tepat di muara sungai Tallo Selat Makassar.

Kompleks Makam Raja-raja Tallo ini pada umumnya berciri makam-makam abad ke XVII yang bentuknya mirip dengan bangunan candi, karena masih kuatnya pengaruh agama Hindu Pada masa itu. Bangunan Kompleks Makam tersebut terbuat dari batu-batuan cadas dan batu bata dari tanah liat yang direkatkan menjadi satu, total luasnya mencapai sekitar 1 Ha, terbentuk menjadi sebuah taman yang rindang karena banyaknya pepohonan yang besar.

Ada 78 makam di kompleks pemakaman Raja-raja tersebut, berisi makam Raja Tallo yang pertama beserta anak cucunya. Makam yang ada di sini terdiri atas 3 tipe makam yaitu: Tipe petama adalah tipe susun timbun yakni makam yang terbuat dari susunan balok batu persegi yang menyerupai candi terdiri atas kaki, tubuh serta atap dengan bagian dalam yang berongga, tipe yang kedua adalah tipe papan batu yakni makam yang terbuat mirip seperti bangunan kayu terdiri atas 4 bilah papan dari batu berbentuk persegi empat panjang dan tipe yang ketiga adalah tipe kubah, yakni makam dengan mode bangunan berongga yang berdiri diatas batu berbentuk segi empat dengan atap kubah yang memiliki empat bidang lengkung.

Beragam aksesori menghiasi makam para Raja tersebut diantaranya adalah hiasan berbentuk tumbuhan, medali, tumpal, huruf arab dan aksara lontara (tulisan unik dari Bugis Makassar).
Sekitar 200 meter dari sebelah selatan Kompleks Makam Raja-raja tersebut terdapat sebuah Masjid. Di Masjid inilah untuk Pertama kalinya shalat jum'at di Kota Makassar dilakukan sekaligus sebagai momentum pernyataan berdirinya Kota Makassar.

25/11/11

Selamat Hari Guru




Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, guru adalah wadah dimana kita menimba ilmu, tanpa guru saya bukan apa-apa, guru adalah inspirasiku, engkau adalah orang tuaku, engkaulah pemberi warna kehidupan anak-anak didikmu, engkaulah pencetak generasi-generasi penerus harapan bangsa ini. Jasa-jasamu tidak ternilai oleh apapun.
Kupersembahkan ini untuk para guru-guruku tersayang. jasamu akan selalu aku kenang.

Selamat Hari Guru

Sudahkah Anda Sholat Hari Ini



Assalamu Alaikum Sari'battang malabbirikku ngaseng para Blogger Se-Indonesia..

Hari ini adalah hari Jum'at, hari yang kata pak ustadz, kata para penceramah, kata para muballigh adalah hari datangnya hari kiamat. Maka untuk menyambutnya dan berjaga-jaga siapa tau battu tojengi marilah kita berbondong-bondong melaksanakan sholat Jum'at di masjid-masjid terdekat.

Masjid Al-Ittihad Jl. Toddopuli 7 Makassar
Ini hanya sekedar mengingatkan daeng.. "Nasaba' punna teai para katte sipakainga'.. naimo pole lampakainga'ki.."

17/11/11

Siswa SMA Nurkarya Tidung Makassar Juara Di Singapura?



Salah seorang siswa SMA Nurkarya Tidung Makassar mengukir prestasi membanggakan yang luar biasa, yaitu dengan menjuarai turnamen bulu tangkis Singapura Open yang berlangsung di Singapura Oktober lalu sebagai juara pertama. Ridho Unggul Setiady yang duduk di kelas II IPA SMA Nurkarya Tidung menggambarkan prestasinya dengan perasaan bahagia, meskipun ia disibukkan dengan kegiatan-kegiatan latihan bulu tangkis, ia juga tetap aktif dalam bersekolah.
Ridho mengaku sudah berulang kali menjuarai turnamen-turnamen bulu tangkis di tingkat Nasional, antara lain turnamen Bali. Dia menjadi juara pertama.
"Saya berharap dari prestasi ini seluruh siswa dapat termotifasi untuk terus berusaha mengembangkan minatnya dibidang olah raga, paskibra, seni dan bidang lainnya". Tutur Kepala Sekolah SMA Nurkarya Tidung Makassar.

itu kata Kepsek SMA Nurkarya tidung, tapi kalau kata teman-teman di Nurkarya.. Ridho itu berhasil atas usahanya sendiri bukan hasil dari bimbingan di sekolah. Sekolah mana mau mengeluarkan biaya yang gak penting hanya untuk membina seorang Ridho menjadi seorang juara.. Sekolah hanya mau menuai hasil yang bukan dari jerih payahnya.. Dasar tukang caplok..

Salut Buat Ridho.. Terus tingkatkan prestasimu dan semoga juga bisa mengharumkan Nama Bangsa.

10/11/11

Hari Ini Untuk Pahlawanku






Hari pahlawan diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 November, kenapa bisa seperti itu?. Karena pada hari itu terjadilah pertempuran hebat di Surabaya antara pasukan arek-arek Suroboyo dengan pasukan NICA yang diboncengi oleh Belanda, pertempuran ini adalah pertempuran pertama Pasukan Indonesia melawan Pasukan Asing Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia nahhh. menjelang tahun 1950-an Presiden pertama Indonesia Bapak Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai hari Pahlawan.
Tapi sangat disayangkan sekali Peringatan Hari Pahlawan saat sekarang ini hanya sekedar seremoni belaka, hampir tidak ada penghayatan nilai-nilai perjuangan yang dipesankan oleh para Pahlawan kita, padahal yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memetik tauladan dari nilai-nilai perjuangan para pahlawan untuk diaplikasikan didalam kehidupan keseharian kita.

Selamat Ulang Tahun Pahlawanku...!!!

Semoga Bangsa kita ini mampu menjadi bangsa yang tangguh dan pandai berterima kasih serta menghargai jasa-jasa para pahlawannya.  Aamiinnn..

Selamat Hari Pahlawan Daeng....