Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

15/08/13

Dangke Keju Khas Enrekang Sulawesi Selatan

Dangke adalah makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Enrekang kurang lebih 8 jam menempuh perjalanan darat dari kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dangke terbuat dari fermentasi susu kerbau yang diolah secara tradisional.  Dangke memiliki tekstur seperti tahu dan memiliki rasa yang mirip dengan keju. Dangke juga terkenal memiliki kandungan protein betakaroten yang cukup tinggi. Dangke dibuat dengan merebus campuran susu kerbau, garam, dan sedikit getah buah pepaya. Hasil rebusan tersebut kemudian disaring, dibuang airnya, dan kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Dangke dapat langsung disajikan atau diolah lagi menjadi variasi makanan lain seperti dangke bakar dan sejenisnya. Dangke dibuat dengan cara menambahkan getah pepaya pada susu sapi. Getah pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi memisahkan protein dengan air. 

Beberapa tahun yang lalu dangke ini biasanya disajikan dengan cara digoreng untuk digunakan sebagai lauk santap siang bersama keluarga, namun kini olahan kuliner dari bahan dangke kian beragam jenisnya. Selain keripik, dangke juga bisa dibuat menjadi bakso, sup, nugget sampai campuran kue, makanya tidak salah jika dangke dijuluki sebagai kejunya orang Enrekang.


11/08/13

Benteng Balangnipa

Terletak di kelurahan  Balangnipa Kec.Sinjai Utara lebihkurang 1 km dari pusat kota Sinjai. Benteng Balangnipa di bangunpada tahun 1557 oleh persetujuan tiga kerajaan, yaitu: Bulo-bulo, Tondong dan Lamatti yang di kenal dengan nama kerajaan Tellu limppo'e.

Pada awal pembangunanya,Benteng Balangnipa hanya terbuat dari batu gunung yang di ikat dengan lumpur dari sungai tangka dengan ketebalan dinding 'SIWALI REPPA' (Setengah depa). Bentuk dan struktur bagunan benteng tersebut adalah segi empat dan memiliki empat buah bastion (Pertahanan).Ketika Belanda bermaksud menyerang dan menguasai Sinjai, 

Benteng Balangnipa kemudian di jadikan sebagai benteng pertahanan guna membendung serangan yang di lancarkan oleh Belanda dari teluk Bone. Perlawanan Raja-raja dari TELLU LIMPPO'E tersebut dalam menentang agresi Belanda sangat dasyat sebagaimana dilukiskan dalam sejarah RUMPA'NA MANGARABOMBANG atau perang Mangarabombang melawan agresi Belanda tahun 1859-1961.

Karena kekuatan dan peralatan perang kerajaan TELLU LIMPO'E tidak sebanding dengan yang dimiliki oleh Belanda, Benteng Balangnipa akhirnya berhasil direbut oleh pasukan Belanda pada tahun 1859 melalui perang MANGARABOMBANG. Setelah Belanda berkuasa diwilayah persekutuan kerajaan TELLU LIMPPO'E (Kab.Sinjai Sekarang) Benteng Balangnipa dipergunakan untuk membendung, baik serangan dari orang-orang pribumi persekutuan  Kerajaan TELLU LIMPPO'E maupun serangan dari kerajaan lainya.  
Pada tahun 1864 Benteng Balangnipa direnovasi oleh Belanda dengan  menggunakan sentuhan arsitektur eropa dan selesai pada tahun 1868 (Dengan-Bentuk Seperti Sekarang). Benteng Balangnipa hingga saat ini tetap terpelihara sebagai salah satu situs peninggalan sejarah  kepurbakalaan  dan dipergunakan sebagai Museum dan Pembinaan Budaya dan Arena Seni Budaya  Tradisional.


Dicopas dari http://bloggermaros.blogspot.com/2012/04/sejarah-benteng-balangnipa-kab-sinjai.html

30/01/12

Goyang Senggol Di Pasar Senggol Makassar



Assalamu Alaikum daeng-daeng sekalian, jumpa lagi di Icapila.. semoga daeng semua tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Tak lengkap rasanya berbicara tentang Kota Makassar, tanpa berbicara mengenai tempat unik yang satu ini. Tempat itu adalah Pasar senggol Kota Makassar, lokasi pasar ini terletak di jalan hati murni Kota Makassar disini terdapat pasar yang menjual beraneka kebutuhan masyarakat Makassar mulai dari pakaian, sepatu, aksesori dan lain-lain.

Salah satu keunikan dari pasar senggol ini adalah, pasar ini hanya buka pada malam hari saja, bila siang hari pasar ini menghilang dan berubah menjadi jalan raya. kenapa bisa begitu? ya karena memang lokasi pasar ini berada di tengah jalan yang disulap menjadi pasar pada malam hari. 

16/01/12

Mau Sholat Aja Kok Repot



Semua orang Muslim tentunya tahu yang namanya sholat. Ya, walaupun mungkin sebagian masih ada yang menjalankannya dengan bolong-bolong atau tidak sama sekali karena satu dan lain hal. Kemudahan melaksanakan ibadah yang satu ini bagi sebagian orang dianggap biasa-biasa saja, terutama mereka yang tinggal di negara mayoritas Muslim. Negara kita contohnya. Secara umum, muslim di Indonesia bisa mempraktikkan sholat dimana pun mereka berada, karena hampir di setiap sudut kampung atau kota selalu ada mesjid. Paling tidak tajug atau mushala. Gaungan adzan pun bisa terdengar kemana-mana. Sebuah ‘kemewahan’ yang tidak bisa dinikmati di negara seperti Amerika.

Saya merasakan betul hilangnya nikmat ini ketika pertama kali datang ke negerinya Obama. Bahkan, hilangnya nikmat ini mulai terasa ketika naik pesawat dari Narita (Jepang) menuju Chicago (Amerika). Karena sebagian orang barat masih traumatik dengan peristiwa 9/11, biasanya mereka merasa tak nyaman melihat orang membaca Al-qur’an atau sholat di pesawat. Apalagi kalau orang tersebut berwajah timur tengah. Sudah pastilah dia akan ‘ditendang’ keluar, tanpa ampun. Saya untungnya duduk bersebelahan dengan orang Asia. Pikir saya, kayanya dia bisa paham. Tapi ketakutan masih menghantui, karena di samping kiri ada orang asing. Alhasil, saya harus menunggu mereka tidur sebelum bisa melaksanakan sholat dengan tenang. Tentu saja, dengan TV kecil di hadapan saya yang sengaja masih menyala, agar orang menyangka saya sedang menonton. Lega rasanya ketika sholat selesai.

13/01/12

Aru - Sumpah Setia Prajurit Kerajaan Gowa



Aru Adalah sejenis puisi dalan sastra Makassar. Angngaru adalah semacam ikrar atau ungkapan sumpah setia yang sering disampaikan oleh orang-orang Gowa di Makassar pada masa silam. Aru biasanya diucapkan oleh seorang bawahan kepada atasannya, abdi kepada Rajanya, prajurit kepada komandannya, masyarakat kepada pemerintahnya bahkan Raja atau Pemerintah kepada rakyatnya. Apa yang diugkapkan dalam Aru itu akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, baik untuk kepentingan pemerintah pada masa damai maupun masa masa perang.

11/01/12

Santo' - Permainan Tradisional Anak-anak Makassar



Bermain diluar rumah pada jaman sekarang mungkin sudah sangat jarang dilakukan oleh anak-anak Indonesia, mereka lebih senang bermain permainan modern seperti Playstation, menonton TV dan permainan-permainan lain yang lebih canggih, padahal permainan-permainan itu sebenarnya hanya akan membuat anak menjadi malas bergerak.

Jika anak-anak jaman sekarang ditanya mengenai permainan tradisional seperti cangke', dende, santo' gebo'-gebo', boy, enggo jaga dan lainnya rata-rata jawaban mereka adalah tidak tahu. Nah.. untuk melestarikan permainan anak-anak Makassar itu maka artikel kali ini akan membahas salah satu permainan tradisional anak Makassar yaitu permainan Santo'

Untuk dapat memainkan permainan ini, caranya cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya alias gratis. Sebelum memulai bermain santo' ada baiknya kita mengetahui syarat dan ketentuan-ketentuan yang mesti dipenuhi untuk memainkan permainan ini misalnya, tempat untuk bermain sebaiknya pada tanah lapang dengan luas minimal 3 X 10 meter, adapun alat yang digunakan dalam permainan ini adalah batu kali dengan ukuran kira-kira sebesar kepalan tangan dengan bentuk pipih, jumlah pemainnya minimal sebanya 2 orang atau lebih yang dibagi menjadi dua grup yang sama banyak.

09/01/12

Sulawesi - Makassar Misteri Angka 7 dan Huruf K



Sulawesi - Makassar Misteri Angka 7 dan Huruf K
Oleh : Husaen Manggabarani
“Maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah 
Allah.” (QS. Al Baqarah: 115)

“Sesungguhnya pada langit dan bumibenar-benar terdapat
   tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman.” 
(QS. Al Jaatsiyah: 3)

Asy-Syaikh Al-Imamul-ajallu Abu Nashr Muhammad bin Abdurrahman Alhamdani pernah mengatakan dalam bukunya yang berjudul As Sab’iyyaatu fil Mawaa’idhil Barriyyaat bahwa Zat Pencipta - Yang sangat besar kekuasaanNya dan sangat tinggi kalimatNya serta berkesinambungan nikmat-nikmatNya, telah menghiasi 7 perkara dengan 7 perkara dan menghiasi pula bagi tiap-tiap perkara itu dengan 7 perkara lainnya, untuk memberikan kepada orang-orang berilmu bahwasanya angka 7 itu mempunyai rahasia yang sangat besar dan kedudukan yang agung di sisi Allah SWT.

Baik dalam tulisan Arab maupun dalam tulisan Arab Indonesia, Kalimat Tauhid ini tetap saja berjumlah 7 kata.
Laa Ilaaha Illa Allah Muhammad Rasul Allah.

Jumlah kata yang terdiri dari 7 kata tersebut sebenarnya bukan hal yang kebetulan saja, tetapi merupakan rahasia Allah SWT yang mengandung beberapa petunjuk bagi manusia.
Penulisan ini hanya memaparkan tentang hal-hal yang berkenaan dengan angka 7, dan tidak memaparkan hal-hal tersebut dengan 7 perkara lainnya.

20/12/11

Istilah Kekerabatan dan Sapaan Dalam Masyarakat Makassar



Assalamu Alaikum Daeng... Kali ini Icapila Daeng Kana dalam Sepotong Cerita Dari Pannyingkul Kota Makassar akan mencoba mengupas hal-hal yang berhubungan dengan istilah-istilah kekerabatan dalam Masyarakat Makassar.

Kekerabatan adalah suatu unit sosial yang orang-orangnya mempunyai hubungan keturunan atau hubungan darah. Hubungan kekerabatan merupakan seperangkat hubungan berdasarkan keturunan dan perkawinan.

Setiap masyarakat dari suatu suku bangsa mempunyai ikatan kekerabatan tertentu yang harus dijunjung tinggi oleh anggota keluarganya. Demikian pula, masyarakat Makassar hubungan kekerabatan ini masih dipelihara dengan baik. Istilah kekerabatan dalam bahasa Makassar disebut dengan "Bija Pammanakang".
Bija Pammanakang adalah orang-orang yang memiliki hubungan keluarga (famili) dengan seseorang karena adanya nenek yang menghubungkan seseorang dari segi keturunan. Kriteria Bija Pammanakang ada yang disebut Bija Ma'reppese' atau keluarga dekat, Bija Bella atau keluarga jauh dan Bija Pasisambungan karena adanya hubungan pertalian dengan keluarga lain.

Mari kita perhatikan istilah kekerabatan dalam bahasa Makassar melalui contoh berikut :

Ammakkuk Anrong Kalengku
Anrong tumalassukangku
Pa'rimpunganna
Pangngai ta matappukku

Dari contoh diatas terdapat kata Ammak, anrong, kalengku, tulassukangku yang berarti ibu kandung. selain itu, terdapat pula kata yang bersinonim dengan ammak dan anrong, yaitu mamak dan ummi.


Kodi Padeng kasia'na
Nikanayya tena mangge
Manna bijanta
Tumaraengji Ri Katte

Pada contoh diatas terdapat kata Mangge yang berarti ayah kandung. Kata Mangge bersinonim dengan Bapak, Tetta, daek dan uak.


Anakku anak ku pala'
kukanro ri batarayya
Lompoko Nai'
Na nubalasakki te'ne

Pada contoh diatas terdapat kata anak yang pada dasarnya mengacu kepada anak kandung, anak ao (anak tiri) dan anak kamanakang (keponakan).


Sari'battang tojeng-tojeng
Iaji kalli majarre'
Pindu cikali
naempoi ranggasela

Pada contoh diatas terdapat kata Sari'battang tojeng yang berarti saudara kandung, kata cikali berarti saudara sepupu sekali, yaitu anak dari paman atau bibi saudara ayah atau ibu, dan kata pindu' berarti saudara sepupu dua kali yaitu anak dari sepupu satu kali ayah atau ibu. Sari'battang Ao atau saudara tiri yaitu anak dari ibu tiri atau ayah tiri. Jika penyapa lebih tua dari pada yang disapa, maka mereka memanggil daeng. Sebaliknya, jika lebih muda mereka memanggil andi'.

Bunting manai'mako mae
ri balla'na matoannu
matoang tuna
ipara kamase-mase

dari contoh diatas kata matoang berarti metua yaitu ayah atau ibu dari pihak suami atau istri. Mertua laki-laki disebut matoang bura'ne dan mertua perempuan disebut matoang baine. Matoang disapa seperti menyapa ayah atau ibu kandung. Kata ipara' berarti ipar yaitu saudara dari pihak suami atau istri.

Panggilan, teguran, sapaan merupakan penanda ragam yang amat penting dan perlu mendapat perhatian dari pemakai bahasa, termasuk pemakai bahasa Makassar, penanda-penanda ini amat penting karena tempatnya paling awal pada setiap percakapan dan menetukan ragam percakapan selanjutnya menjadi formal, informal, serius, lucu atau diterima tidaknya dalam percakapan itu.

Dalam bahasa Makassar panggilan, teguran dan sapaan harus disesuaikan dengan budaya dan istilah kekerabatan serta pemarkah pesona yang relevan dengan si tersapa. Apabila hal ini tidak diperhatikan, maka orang yang disapa biasanya mengatakan "tena nusitarang akkio' purina ri nakke" tidak pantas anda menyapa paman/bibi atau anak kepada saya. Oleh karena itu, sebelum kita memanggil, menegur dan menyapa seseorang maka sebaiknya kita mengenal lebih dahulu hubungan kekerabatan kita dengan orang yang akan disapa.

17/12/11

Sinrilik Karya Sastra Unik Dari Kota Daeng Makassar


Assalamu alaikum Daeng.. Postingan Icapila Daeng Kana dalam Sepotong Cerita Dari Pannyingkul Kota Makassar kali ini akan membahas mengenai karya sastra dari Kota Daeng Makassar yang unik dan menarik yaitu sebuah karya sastra tradisional yang bernama Sinrilik.

Sinrilik merupakan salah satu karya sastra lisan dalam masyarakat Makassar yang hingga saat ini masih dipelihara dan diminati masyarakat Makassar. Meskipun karya sastra ini masih diminati oleh masyarakat akan tetapi orang yang dapat melagukannya atau membacakannya sudah sangat sedikit. Oleh karena itu karya sastra jenis ini perlu mendapat pembinaan agar tetap lestari.
menurut Parawansa dan Mangemba dalam Roslinda (1998) sinrilik adalah cerita yang disusun secara puitis yang diceritakan atau dinyanyikan oleh ahlinya (yang disebut Pasinrilik). 
Selanjutnya Bantang (2000) mengatakan bahwa sinrilik adalah karya sastra Makassar yang dilagukan dan dapat diiringi alat musik Kesok-kesok maupun tidak diiringi.
Dari kedua batasan diatas dapatlah disimpulkan bahwa sinrilik adalah karya sastra makassar yang berbentuk prosa dimana cara penyampaiannya dilagukan secara berirama baik dengan alat musik maupun tanpa alat musik.

Berdasarkan isi dan cara melagukannya sinrilik terbagi atas dua macam, yaitu sinrilik pakesok-kesok dan sinrilik Bosi Timurung.

Sinrilik Pakesok-kesok adalah sinrilik yang dilagukan dengan iringan alat musik kesok-kesok (rebab). Isinya melukiskan tentang sejarah perjuangan dan kepahlawanan seorang tokoh. Bunyi alat musik gesek kesok-kesok yang mengiring pakesok-kesok/pasinrilik (orang yang memainkan alat musik kesok-kesok atau melagukan sinrilik) harus selaras dengan lagu dan isi serta suasana cerita yang dibawakan.
Di Sulawesi Selatan terdapat beberapa naskah yang berbentuk sinrilik. Naskah ada yang sudah dibukukan dan adapula yang belum, adapun naskah sinrilik yang dapat diiringi dengan kesok-kesok antara lain, Sinrilik Kappala' Tallumbatua, Sinrilik I Makdik Daeng Ri Makka, Sinrilik I Manakku' Caddi-caddi dan lain sebagaiya. Sinrilik ini isinya mengisahkan tentang perjuangan dan kepahlawanan disela percintaan sang tokoh yang ditampilkan dalam cerita itu. Jenis sastra ini sangat menarik apabila dikreasi menjadi sastra pertunjukan.

Sinrilik Bosi Timurung adalah sinrilik yang dilagukan tanpa diiringi alat musik kesok-kesok dan biasanya dilantunkan pada tempat yang sunyi dikala orang yang berada disekelilingnya sedang tidur nyenyak. Sinrilik Bosi Timurung pada dasarnya berisi hal-hal sebagai berikut:
  • Pujaan yang menggambarkan kecantikan seorang gadis dengan membandingkan keadaan sekelilingnya.
  • Merindukan kekasih yang menggambarkan kerinduan seorang jejaka terhadap gadis yang dicintainya.
  • Beriba hati yang menggambarkan seorang yang sial atas segala usahanya sehingga menjadi sengsara.
  • Kesedihan yang menggambarkan kesedihan seseorang yang ditinggal oleh suaminya.
 Dengan kata lain Sinrilik Bosi Timurung bila diistilahkan kedalam istilah anak muda jaman sekarang adalah sinrilik Curhat atau curahan hati seseorang yang hanya dia saja dan tuhannya yang mengetahuinya. Hehehe..

Sinrilik Bosi Timurung dapat juga dijadikan pelajaran atau nasihat yang berharga bagi orang yang menyimaknya, karena isinya menceritakan tentang ganjaran perbuatan yang baik dan siksaan terhadap perbuatan yang jelek diakhirat kelak. Sinrilik yang mengisahkan tentang hal-hal seperti ini biasanya dilantunkan pada saat kedukaan atau kematian sehingga dapat pula dijadikan sebagai hiburan bagi orang yang ditinggalkan. Acara ini dalam adat istiadat Makassar disebut dengan Ammaca kitta' yang pelaksanaannya dilakukan setelah Tadarrus AlQuran. Contoh Sinrilik Bosi Timurung adalah Kitta'na Tulkimak, Kitta'na Bodolo' Akherat, Kitta'na Jayalangkara dan lain sebagainya.

13/12/11

"Doangang" Jenis Puisi Lama Dalam Sastra Makassar



Doangang merupakan salah satu jenis puisi lama dalam sastra Makassar yang hampir sama maknanya dengan mantra dalam sastra indonesia. Kata doangang mengandung makna permohonan, permintaan atau harapan. Doangang berbeda dengan jenis sastra lainnya sebab doangang dianggap memiliki berkah dan mengandung kesaktian atau kekuatan gaib bila diyakini oleh pemakainya. Oleh karena itu, hampir seluruh aktivitas masyarakat Makassar pada masa lampau didahului dengan membaca doangang dengan harapan agar mereka selamat dunia akhirat.

Pemakai doangang harus memperhatikan beberapa persyaratan agar doangang yang dibacanya mendapat berkah dari Allah, yaitu tidak boleh membanggakan atau menyombongkan diri. Doa itu tidak diucap pada sembarang waktu dan tempat, harus yakin bahwa doa yang diucapkan itu mempunyai daya gaib, serta dipakai dengan maksud untuk membela diri atau menolong orang.

Umumnya doangang diberikan kepada orang yang akan merantau kenegeri orang jauh dari kampung halaman, doangang ini diberikan oleh tetua adat, dukun atau orang-orang yang dituakan dalam masyarakat Makassar.

berikut adalah contoh-contoh doangang dalam sastra makassar.
Doangang
Terjemahan
Doangang Punna La Naungko Ri Butta
I kau Butta kuonjo'
Palewanga' Tallasakku
Eranga' mange
Ri Kaminang Mate'nea
Doa Ketika Akan Menjejakkan Kaki Ditanah Rantau
Wahai tanah yang aku injak
Luruskanlah jalan hidupku
Bawalah aku
ketempat yang paling baikl
Doangang Punna A'jappa
Bunga ribireang kukangkang
Bunga bulang kusoeang
Bunga ni ngaia ri lino
i nakke ngaseng pata
saba' Allahu Ta'ala
Doa Ketika Mulai Berjalan
Bunga biraeang yang ku genggam
Bunga bulan yang kuayunkan
Bunga yang disukai didunia
Saya semua yang punya
Karena Allah semata
Doangang Punna Lattinro
Kupantinromi tubuku
kukalimbu' sahada'ku
Patampulo malaeka'
Anjagaia' i lalang tinro
Saba' Allahu Ta'ala
Doa Ketika Akan Tidur
Saya sudah menidurkan tubuh saya
dengan berselimut syahadat
Empat puluh malaikat
yang menjagaku didalam tidur
Karena Allah semata
Doangang Punna Ambangung Tinro
Kukangkangmi anne linoa
Kupasapu ri rupangku
Kuerang kale
Butta salama' kuonjo'
Lanri Allahu Ta'ala
Doa Ketika Bangun Dari Tidur
Dunia ini sudah kugenggam
Sudah kuusapkan keseluruh tubuhku
Aku membawa diriku
Menginjak tanah yang selamat
Karena Allah semata
Doangang Sollana Ni Kamaseangko
I nakke minne Ana' I lalang mate'ne
Napinawanga' pammuji
Ata - Karaeng
Mammuji Mangngamaseang aseng ri nakke
Barakka' La Ilaha Illallah
Doa Agar Dikasihani Orang
Saya adalah anak yang berbahagia
Yang selalu diikuti oleh pujian
Baik hamba maupun raja
Semua mengasihi dan menyayangi saya
Berkah Allah semata
Doangang Pa'bongka Setang
Kau setang kau longga'
Pali'-palili kalennu
Lammaloi yukkung
Baja' bassia
Panggala-gala Buttayya
Hu.. Kumpayakum
Doa Pengusir Setan
Kau setan kau tinggi
Singkirkan dirimu
Yukkung akan lewat
Baja besi
Benguat tanah
Jadilah, maka jadilah
Doangang Parampa' Nassu
Limbu'bu'jintu pa'mai'nu
Bombangjintu nassunu
Kulappa' na kuonjokang
Tamammoterang
Doa Penghilang Marah
Perasaanmu itu hanya debu
Marahmu hanya ombak
Akan kulipat dan kuinjak
Sampai tidak kembali

02/12/11

Menelusuri Sejarah Berdirinya Kota Makassar Melalui Kompleks Makam Raja Tallo




Kota Makassar adalah salah satu kota tua di Indonesia berkembang dari sebuah wilayah kecil bernama Tallo. Di tempat ini terbaring jasad para Raja-raja dan pendiri kota makassar. Jika anda ingin menelusuri kembali serta ingin memahami arti penting Makassar dalam sejarah peradaban Nusantara, silahkan langsung saja datang ke Tallo di Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Makassar, berkisar anatar 6 kilometer dari sebelah utara pusat kota Makassar, disana terdapat Kompleks Makam Raja-raja Tallo.

Andaikata keberadaan kompleks makam tersebut tidak ada, maka kemungkinan besar orang-orang tidak akan mengetahui bahwa di wilayah tersebut pernah berdiri kota para raja, cikal bakal Kota Makassar. Tallo berada tepat di muara sungai Tallo Selat Makassar.

Kompleks Makam Raja-raja Tallo ini pada umumnya berciri makam-makam abad ke XVII yang bentuknya mirip dengan bangunan candi, karena masih kuatnya pengaruh agama Hindu Pada masa itu. Bangunan Kompleks Makam tersebut terbuat dari batu-batuan cadas dan batu bata dari tanah liat yang direkatkan menjadi satu, total luasnya mencapai sekitar 1 Ha, terbentuk menjadi sebuah taman yang rindang karena banyaknya pepohonan yang besar.

Ada 78 makam di kompleks pemakaman Raja-raja tersebut, berisi makam Raja Tallo yang pertama beserta anak cucunya. Makam yang ada di sini terdiri atas 3 tipe makam yaitu: Tipe petama adalah tipe susun timbun yakni makam yang terbuat dari susunan balok batu persegi yang menyerupai candi terdiri atas kaki, tubuh serta atap dengan bagian dalam yang berongga, tipe yang kedua adalah tipe papan batu yakni makam yang terbuat mirip seperti bangunan kayu terdiri atas 4 bilah papan dari batu berbentuk persegi empat panjang dan tipe yang ketiga adalah tipe kubah, yakni makam dengan mode bangunan berongga yang berdiri diatas batu berbentuk segi empat dengan atap kubah yang memiliki empat bidang lengkung.

Beragam aksesori menghiasi makam para Raja tersebut diantaranya adalah hiasan berbentuk tumbuhan, medali, tumpal, huruf arab dan aksara lontara (tulisan unik dari Bugis Makassar).
Sekitar 200 meter dari sebelah selatan Kompleks Makam Raja-raja tersebut terdapat sebuah Masjid. Di Masjid inilah untuk Pertama kalinya shalat jum'at di Kota Makassar dilakukan sekaligus sebagai momentum pernyataan berdirinya Kota Makassar.

29/11/11

Lipa' Sa'be Warisan Budaya Nenek Moyang Sulawesi Selatan



Berkunjung ke Tanah Makassar janganlah lupa untuk membawa pulang souvenir khas Makassar, ada banyak pilihan cinderamata yang dapat dijadikan pilihan oleh para pengunjung, salah satunya adalah kain tenun sutra khas Sulawesi Selatan atau yang biasa disebut dengan Lipa' Sa'be.

Kain tenun sutra khas Sulawesi Selatan ini atau Lipa' Sa'be sangat berbeda dengan kain tenun sutra yang ada dibagian lain Indonesia, kain tenun sutra Bugis memiliki warna-warna yang cerah dan motif horisontal. Selain digunakan sebagai kan sarung, kain tenun sutra ini juga biasanya digunakan untuk baju kurung khas Makassar atau yang biasa disebut dengan Baju Bodo, kain kebaya, kemeja untuk pria serta sebagai rok modis. Kain tenun sutra ini biasanya banyak terdapat di toko-toko Souvenir ataupun toko-toko sutra di Kota Daeng Makassar.

Menurut kepercayaan nenek moyang masyarakat bugis bahwa keterampilan membuat kain tenun sutra ini diilhami dari sehelai kain sarung yang ditinggalkan oleh para dewa di pinggiran danau Tempe. Dari desa-desa yang terletak di pinggir danau tempe iutlah kain tenun sutra khas Sulawesi Selatan itu berasal.

Kain tenun sutera, selain dibuat busana untuk dipakai di acara-acara tertentu, kain peninggalan nenek moyang ini, tidak pernah bisa lepas dari fungsinya sebagai pelengkap kebutuhan budaya. Untuk sarung Bugis misalnya. Selain menjadi pakaian sehari-hari, juga digunakan untuk kelengkapan upacara yang bersifat sakral, dan sebagai hadiah untuk mempelai perempuan dari mempelai laki-laki disebuah acara pernikahan.

Ayo Daeng Mari lestarikan warisan budaya nenek moyang kita ini....

28/11/11

BADIK Lambang kedewasaan Anak Bugis Makassar



Badik atau badek adalah pisau yang memiliki bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar, mempunyai sisi tajam tunggal ataupun ganda, berbentuk asimetris dan bilahnya kadang kala dihiasi dengan Pamor
Pamor adalah berkas atau guratan terang pada bilah senjata dari logam yang muncul akibat pencampuran dua atau lebih material logam yang berbeda. Pamor terjadi akibat pemanasan, pelipatan, dan penempaan yang berulang-ulang dalam proses perundagian.
Ketika bilah dibuat, logam yang memijar belum meleleh namun menjadi lunak. Apabila logam yang memijar berbeda-beda, mereka akan saling berlekatan (adhesi). Penempaan akan membuat titik pelekatan berbelok-belok dan, oleh pandai besi yang berpengalaman, dapat dibentuk mengikuti pola tertentu. Keterampilan memanipulasi bentuk pamor dikuasai oleh para empu pembuat keris dan senjata-senjata tajam lainnya (misalnya badik dan tombak) di Nusantara.
Senjata-senjata berpamor ditemukan pula pada temuan arkeologi di kawasan Tiongkok selatan dan Indocina. Dari kawasan Persia dikenal pula teknik pemrosesan logam yang menghasilkan tampilan serupa pamor yang materialnya disebut baja damaskus (damascene). Karena itulah, pamor pada keris kadang-kadang dianggap bagian dari teknik damascene.
Menurut masyarakat Bugis dan Makassar setiap jenis badik memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi konsidi, keadaan dan proses kehidupan pemiliknya. Badik dipergunakan bukan hanya untuk membela diri atau berburu, tetapi juga merupakan suatu identitas diri dari suatu kelompok etnis atau kebudayaan. Badik tidak hanya terdapat di Makassar tetapi juga ada di daerah Bugis dan Mandar, tentunya dengan nama dan bentuk yang berbeda.Secara umum badik terdiri atas 3 bagian yaitu : hulu (gagang), bilah (besi) dan sebagai pelengkap adalah Banoang (sarung badik).
Didaerah Sulawesi Selatan khususnya daerah Bugis dan Makassar, badik dijadikan sebagai lambang kedewasaan seseorang. Pemberian badik dari seorang ayah kepada anaknya menandakan bahwa anak tersebut telah dewasa dan mampu diberikan tanggung jawab (amanah), bukan untuk dipakai pamer tetapi juga bagaimana anak tersebut mampu menjaga dirinya untuk tidak memakai badik tersebut, Sele' Bassi perlambang dari sikap dewasa, mampu menjaga siri'na bukan hanya dari fisik tetapi dewasa juga dalam pembawaan, mampu menjaga norma atau ada' (hukum) yang berlaku, pappasang (pesan) serta mampu menjaga agamanya agamanya. disini tertanam nilai-nilai kerendahan hati dan kesabaran.

Badik Makassar 
Badik Makassar memiliki Kale (bilah) yang pipih, Battang (perut) yang buncit dan tajam serta Cappa' (ujung) yang runcing, badik jenis ini disebut dengan badik Sari yang terdiri atas penghulu (gagang badik), sumpa' kale (tubuh badik) dan Banoang (sarung badik)

Badik Bugis (Luwu)
Badik Bugis Kawali Bone memiliki bessi atau bilah yang pipih, ujung runcing dan bentuk agak melebar pada bagian ujung, sedangkan Kawali Luwu memiliki bessi pipih dan berbentuk lurus. Kawali pun memiliki bagian-bagian, seperti pangulu (hulu), bessi (bilah) dan wanua (sarung). Seperti pada senjata tradisional lainnya, kawali juga dipercaya memiliki kekuatan sakti, baik itu yang dapat membawa keberuntungan ataupun kesialan.
Kawali Lamalomo Sugi adalah jenis badik yang mempunyai motif kaitan pada bilahnya dan dipercaya sebagai senjata yang akan memberikan kekayaan bagi pemiliknya. Sedangkan, kawali Lataring Tellu yang mempunyai motif berupa tiga noktah dalam posisi tungku dipercaya akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya berupa tidak akan kekurangan makanan dan tidak akan mengalami duka nestapa. Itulah sebabnya, badik ini paling cocok digunakan bagi mereka yang berusaha di sektor pertanian
Berikut ini adalah beberapa macam badik dari Sulawesi Selatan

1. Badik Raja (Gecong Raja, Bontoala)

badik yang asalnya dari daerah kajuara kabupaten bone , dalam pembuatan badik ini,, orang2 disekitar kajuara sana masih percaya jika badik raja dibuat oleh makhluk halus, ketika malam, terdengar suara palu bertalu-talu dalam lanraseng gaib sampai paginya masyarakat sana menemukan jadilah sebuah badik raja,, badik ini bilahnya aga” besar ukurannya 20-25 cm, menurut bang ray divo, Ciri-ciri badik raja hampir mirip dengan badik lampobattang, bentuk bilahnya agak membungkuk, dari hulu agak kecil kemudian melebar kemudian meruncing. Pada umumnya mempunyai pamor timpalaja atau mallasoancale di dekat hulunya. Bahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol dipermukaan, kalau kecil disebut uleng-puleng kalau besar disebut batu-lappa dan kalau menyebar di seluruh permukaan seperti pasir disebut bunga pejje atau busa-uwae. Badik raja di masa lalu hanya digunakan oleh arung atau dikalangan bangsawan-bangsawan dikerajaan Bone.

2. Badik Lagecong

Badik lagecong,, Badik bugis satu ini dikenal sebagai badik perang, banyak orang mencarinya karna sangat begitu terkenal dengan mosonya (racunnya), banyak orang percaya bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik gecong tersebut, ada dua versi , yang pertama ,Gecong di ambil nama dari nama sang pandre (empu) yang bernama la gecong, yang kedua diambil dari bahasa bugis gecong atau geco”, yang bisa diartikan sekali geco” (sentuh) langsung mati, sampai saat ini banyak yang percaya kalau gecong yang asli adalah gecong yang terbuat dari daun nipah serta terapung di air dan melawan arus,, wallahu alam,, panjang gecong biasanya sejengkalan orang dewasa, pamor lonjo,, bentuknya lebih pipih,tipis tapi kuat,

3. Badik Luwu
Badik luwu,, badik luwu yang berasal dari kabupaten luwu, bentuknya aga” sedikit membungkuk, mabbukku tedong (bungkuk kerbau), bilahnya lurus dan meruncing kedepan,, badik bugis kadang diberikan pamor yang sangat indah, hingga kadang menjadi buruan para kolektor ..di bajanya terdapat rakkapeng atau sepuhan pada baja yang konon disepuh dengan bibir dan “maaf” alat kelamin gadis perawan sehingga konon tidak ada orang yang kebal dengan badik luwu ini,

4. Badik Lompo Battang
Badik lompo battang atau sari,, badik ini berasal dari Makassar, bentuknya seperti jantung pisang, ada jg yang bilang seperti orang hamil, makanya orang menyebutnya lompo battang (perut besar), konon katanya jika ada orang terkena badik ini, maka dia tidak akan bertahan dalam waktu 24 jam,

Sumber : http://ariespratamaworld.blogspot.com/

24/11/11

Kunilai Engkau Lewat Kentutmu



Inilah Cara Menilai Karakter Orang Melalui Kentutnya
  1. Orang jujur : Orang yang mau mengaku kalau sudah kentut
  2. Orang tak jujur : Orang yang kentut malah nyalahin orang lain
  3. Orang bodoh : Orang yang menahan kentut berjam-jam lamanya
  4. Orang berwawasan : Orang yang tahu kapan waktunya harus kentut
  5. Orang misterius : Orang yang kentut tapi orang lain tidak ada yang tahu
  6. Orang percaya diri : Orang yang yakin kalau kentutnya bau
  7. Orang sadis : Kalo kentut sambil dibekap dengan tangan
    kemudian dibekapkan ke hidung orang lain
  8. Orang Pemalu : Orang yang kentutnya ngga ketahuan tapi malu sendiri
  9. Orang Stratejik : Orang yang kentut sambil ketawa sekencang-kencangnya
    untuk nutupin suara kentutunya
  10. Orang hemat : Kalo sudah kentut dia tarik nafas untuk mengganti kentutnya yang keluar
  11. Orang pintar : Orang yang bisa mengetahui kentut orang lain
  12. Orang sakti : Kalo kentut menggunakan tenaga dalam
  13. Orang pelit : Kalo kentut dikeluarin sedikit-sedikit sampai bunyinya tit…tit…tit…
  14. Orang sombong : Orang yang suka nyiumin kentutnya sendiri
  15. Orang ramah : Orang yang suka nyiumin kentut orang lain
  16. Orang tengil : Orang yang kentut sambil ngupil
  17. Orang keras kepala : Orang yang langsung membalas setelah di kentuti orang di sebelah.
  18. Orang Amit2 : Orang yang sehabis kentut lalu memasang muka imut

Kentut berdasarkan frekuensi :
  1. Kentut minimal 3 kali sehari = Orang sehat
  2. Kentut minimal 5 kali sehari = Normal
  3. Kentut minimal 8 kali sehari = Salah makan
  4. Kentut minimal 15 kali sehari = Abnormal
  5. Kentut berfrekuensi 15.000 HZ = Bomber
  6. Kentut bertubi-tubi = Machine gunner
  7. Kentut tak bersuara = Stealth killer, misterius
  8. Kentut disini yang kena disana = Sniper
  9. Pengen kentut dipaksa-paksa tapi yang keluar ampasnya = *****
  10. Orang kurang kerjaan = YANG BACA
  11. Orang gila = Kerjanya meneliti kentut

Hahaha.. terserah daengmi yang menilai betul atau tidaknya, karen ini hanya bahan candaan saja..

Jangan Tertipu Oleh Kamera

Jangan Tertipu Oleh Kamera


"Dicari gadis model, syarat: fotogenik." Sesekali, iklan seperti ini bisa kita temui di koran, majalah, atau syarat wajib di agensi model. Apakah Deang semua tahu, sebenarnya syarat di atas hanya omong kosong alias Carita Campuru Attu'. Terlihat cantik atau ganteng alias gammara' bukan karena wajah kita punya bakat "fotogenik" atau "camera face". Dengan permainan make up serta kepiawaian tukang jepret foto memilih sudut terbaik, bisa menghasilkan "kecantikan" sesuai yang diinginkan.
Tidak percaya? Seorang fotografer Stephen Eeastwood membuktikan mengapa kita kita kadang-kadang terlihat bagus di foto dan kadang-kadang tampil mengerikan. Kuncinya ada pada lensa yang dipakai.


Perhatikan hasil foto yang dibuat Mr. Eastwood dengan cara mengubah lensa 19mm ke 350mm.

Foto : Stephen Eastwood

Rahasianya begini daeng :
  1. Semakin pendek fokus lensa, bidang pandang yang kita tangkap semakin luas. Itulah mengapa 'fisheye' lensa (15mm) mendistorsi objek secara dramatis.
  2. Sebuah lensa yang lebih besar (contoh: 350mm) akan meratakan dan memperluas wajah subjek. Karena itu, kadang-kadang bisa membuat telinga terlihat lebih jauh ke belakang, atau membuat hidung terlihat lebih besar.
  3. Para ahli mengatakan lensa 135mm akan menghasilkan gambar terbaik, hasil yang paling akurat.
Jadi, kalau sekarang daeng terlihat jelek di kamera setidaknya bisa memberi alasan kepada sang juru potret: "Ah, katte bela salah pake lensaki bos"

22/11/11

Tes Kepribadian Melalui Gambar



Seorang psikolog mengembangkan bentuk-bentuk ini, yang telah diuji secara luas di dunia selama beberapa tahun. Warna warnanya telah mengalami perbaikan dan diuji lagi sampai didapatkan satu set bentuk yang terbaik. Bentuk-bentuk ini mewakili sembilan tipe kepribadian dasar. Pilih sebuah bentuk di bawah ini yang paling anda senangi lalu baca kepribadian anda di bawahnya. Ingat, pilihan anda harus jujur dan tidak boleh dimanipulasi karena hasil test tipe kepribadian ini hanya anda yang tahu.
Anda eorang yang Introspektif, Sensitif, Reflective Anda lebih sering dan fokus terhadap diri dan lingkungan sendiri daripada berinteraksi dengan orang lain. Anda membenci kedangkalan, lebih senang menyendiri daripada terluka karena bisikan orang. Tapi hubungan anda dengan teman-teman anda sangat intensif, yang memberikan anda ketenangan dan keserasian yang anda butuhkan untuk merasa baik. Bagaimanapun itu bukan masalah bagi anda untuk menyendiri untuk beberapa waktu tanpa menjadi bosan
Anda seorang yang mandiri, Tidak biasa (tidak konvensional), Tak tertekang Anda menginginkan kebebasan dan ketidakterikatan hidup yang membiarkan anda menentukan jalan anda sendiri. Anda memiliki bakat artistik dalam kerjaan anda dan aktifitas luang. Desakan untuk bebas kadang menyebabkan anda melakukan perbuatan yang sangat berlawanan dengan apa yang anda inginkan. Gaya hidup anda sangat individual. Anda tidak akan meniru secara buta apa yang sedang “in”, di sisi lain anda mencari kehidupan yang sesuai dengan cita-cita dan dan pendirianmu, bahkan bila harus
berenang melawan pasang.
Anda seorang yang Dinamis, Aktif, Mementingkan hal-hal lahir Anda sungguh berkeinginan untuk menerima beberapa resiko dan berkomitmen kuat dalam menukar ketertarikan dan pekerjaan yang bervariasi. Rutin, berlawanan, cenderung berefek melumpuhkan anda. Apa yang paling anda sukai adalah bisa memainkan peran dalam banyak bidang. Dalam melakukannya, inisiatif anda lebih kuat.
Anda seorang yang Bersahaja, Sangat teguh pendirian, harmonis Anda menghargai gaya dan cinta alami yang tidak rumit. Orang mengagumi anda karena anda memiliki kemampuan kuat dan mereka bergantung pada anda. Anda memberikannya pada orang yang dekat perlindungan dan jarak. Anda merasa hangat dan manusiawi. Anda menolak segala sesuatu yang mencolok dan usang. Anda cenderung ragu pada tingkah/perubahan trend mode. Bagi anda, pakaian harus praktis dan bagus yang tidak menonjol.
Anda seorang yang Professional, Pragmatis, Percaya diri Anda bertanggung jawab pada hidup anda, meletakkan lebih kecil keberuntungan anda dan lebih kepada perbuatan sendiri. Anda memecahkan masalah dengan tindakan yang praktis dan tidak rumit. Anda memandang secara realistis sesuatu dalam hidup anda dan menanganinya dengan baik. Anda diberi tanggung jawab yang besar dalam pekerjaan, karena orang tahu bahwa anda dapat diandalkan. Kekuatan tegas terhadap kemauan akan memproyeksikan keyakinan anda terhadap orang lain. Anda tidak akan pernah benar-benar merasa puas sampai semua cita-cita anda tercapai.
Anda seorang yang Tenang/Damai, Bijaksana, Tidak Agresif Anda menanggapi hidup mudah karena bijaksana. Anda mendapatkan teman tanpa kesukaran karena menikmati keprifasian anda dan kemandirian. Anda sering menjauh darinya dan menyendiri dari waktu ke waktu untuk merenungi arti kehidupan dan menikmati sendiri. Anda membutuhkan tempat untuk persembunyian yang indah, tapi anda tidak seorang penyendiri. Anda tenang terhadap diri sendiri dan dunia, dan menghargai hidup dan apa yang dunia tawarkan.
Anda seorang yang Riang, Suka bermain/melucu, menyenangkan Anda menyukai kehidupan yang bebas dan spontan. Dan anda berusaha menikmatinya secara penuh karena memegang moto”Anda hanya hidup sekali." Keingintahuan anda besar dan terbuka terhadap segala sesuatu yang baru, anda berkembang dengan perubahan. Anda menganggap lingkungan anda serbaguna dan selalau memberikan kejutan.
Anda seorang yang Romantis, Pemimpi, Emosional Anda sangat sensitif. Anda menolak melihat sesuatu dari sudut pandang kesederhanaan dan rasionalitas. Apa yang perasaan anda katakan sangat penting untuk anda. Kenyataanya, Anda merasa penting untuk memiliki mimpi-mimpi dalam hidup. Anda menolak orang yang mencemoohkan romantisme dan hanya dikendalikan oleh rasionalitas. Anda menolak untuk membiarkan sesuatu membatasi keragaman kekayaan mood dan emosi anda.
Anda seorang yang Analitis, Terpercaya, Percaya diri Senstifitas sebentar anda mewakili kualitas dan ketahanan yang tinggi. Konsekuensinya, anda suka menyelimuti diri anda dengan ”mutiara kecil” yang anda temukan di mana pun orang lain mengabaikannya. Lalu, Budaya sangat mempengaruhi kehidupan anda. Anda telah temukan kehidupan anda sendiri, yaitu elegan/luwes dan eksklusif, bebas dari pengaruh mode. Ideal anda, anda mendasarkan kehidupan anda, adalah dibudayakan kesenangan. Anda menilai tingkatan budaya seseorang pada siapa anda berbicara.

Hehehe.. Ini mungkin betul tapi bisajadi juga tidak, terserah Daeng yang menilainya..

19/11/11

Ketika Hewan Berkelahi



Pernah merasa terganggu oleh kucing yang berkelahi? banyak diantara kita yang pasti pernah mengalaminya, amat menjengkelkan. Apalagi kalau kucing tersebut berkelahi di samping rumah, saat kita tidur. Lebih jelek lagi kalau berkelahi di atap rumah. Tapi apa mau dikata, kucing tidak pernah makan sekolah, apalagi sampai kuliah.
Lain lagi kalau ayam jantan berkelahi. Ada yang berkelahi secara alami, ada pula yang diadu. Yang diadu malah dijadikan ajang judi, namanya sabung ayam. Sadis sekali, dikaki ayam dipasangi taji buatan berupa besi tajam. Bila taji itu menancap maka ayam berdarah-darah dan keok. Tega-teganya, para penyabung malah menikmatinya sambil berjudi.
Ada juga adu domba. Dibeberapa daerah di Jawa Barat, adu domba merupakan tradisi rakyat. Ada yang sekedar untuk hiburan, adapula yang dijadikan ajang taruhan seperti sabung ayam.
Di daerah lain adapula tradisi adu kerbau. Seperti domba, kerbau diadu saling menanduk, adi kerbau bahkan dijadikan sebagai objek wisata bagi para turis.
Lalu ada juga adu binatang lainnya, yaitu adu jangkrik. Ini sering dilakukan anak-anak.
Yang ribut jika yang berkelahi bukan hanya kucing, tapi juga anjng. Sedangkan tidak berkelahi saja gonggongan anjing saja sudah mengagetkan apalagi kalo berkelahi, suaranya sangat mengganggu.
Jika hewan berkelahi tentu saja bukan berita mungkin semua hewan bernaluri mempertahankan diri atau mempertahankan miliknya, sehingga ia selalu siap berkelahi jika ada yang mengancamnya.
Tetapi, sejauh yang kita amati, hewan berkelahi selalu satu lawan satu. Kalu hewan berkelahi, dia tidak pernah mengajak teman-temannya sesama hewan sejenis, apalagi lain jenis. Tidak ada kucing berkelahi lalu memanggil temannya sessama kucing untuk mengeroyok, apalagi memanggil ayam atau domba untuk ikutan berkelahi.
Bisa saja anjing dan kucing berkelahi, tapi tidak pernah ada yang namanya solidaritas kucing atau solidaritas anjing lalu mereka tawuran. Bayangkan bagaimana mengganggunya jika anjing dan kucing terlibat tawuran, lalu mereka kejar-kejaran di sekitar kita. Untunglah Tuhan tidak memberikan karunia kepada hewan-hewan itu naluri untuk berkelahi secara massal dengan cara tawuran.
Hewan-hewan itu hidup, bergerak mencari makan untuk mempertahankan kehidupannya, kawin agar bisa berkembang biak, semuanya berdasarkan insting belaka. Mereka tidak dilengkapi oleh Tuhan untuk bisa berfikir dan menimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Tetapi luar biasanya, sedangkan tanpa akal saja hewan hanya berkelahi jika merasa terganggu. Tanpa akal saja hewan tidak pernah berkelahi secara massal baik tawuran atau perang, tidak seperti manusia yang punya akal sungguh mengherankan.


Fuad Rumi
Ditulis Sesuai aslinya (Gelitik, Fajar 18 Nopember 2011)

17/11/11

Hamdan, Manusia Gua dari Pangkep




Tinggal di dalam gua selama bertahun tahun tentunya sudah tidak lazim lagi pada zaman seperti sekarang ini. akan tetapi itu tidak berlaku bagi Hamdan, warga Desa Bantimurung Kecamatan Todong Tallasa Pangkep mereka tetap asik menjalankan aktifitas keseharian mereka sebagai keluarga. tidur, makan dan beraktifitas di dalam gua menjadi suatu hal yang sudah biasa bagi keluarga Hamdan S dan Sinta Hatta beserta anak-anak mereka.
Caci maki dan olok-olok kerabat dan masyarakat sudah menjadi makanan sehari-hari mereka. Hamdan dan ketiga buah hatinya bersama Sinta Istrinya tetap menjalankan kehidupannya di dalam gua.
Di dalam gua Hamdan beserta istrinya mengaku dapat melakukan aktifitas layaknya keluarga pada umumnya. Kamar tidur bersatu dengan ruang tamu, membuat gerakan sedikit terbatas sementara dapur berada tepat disamping kamar tidur.
Hamdan yang berprofesi sebagai seorang satpam di salah satu perusahaan marmer menuturkan ia memilih gua sebagai tempat tinggalnya bermula dari kecintaanya terhadap alam. Sejak kecil Hamdan gemar memahat dan mengukir, berbagai karya telah dihasilkan termasuk seni ukir yang ia tuangkan pada batu. Dengan bakat memahat yang dimilikinya, suatu hari Hamdan tanpa sengaja mulai memahat sebuah batu besar yang terletak tidak jauh dari rumah orang tuanya. Batu yang berupa gugusan bikit-bukit kecil dilubanginya sedikit demi sedikit selama tujuh bulan hingga membentuk sebuah ruangan. Gua-gua kecil dibatu tersebut perlahan diperluas menggunakan alat sederhana dengan besi pahat dan ban mobil bekas yang dibakar, cara kuno tersebut ternyata cukup ampuh, bukit batu yang terkena lelehan karet ban yang terbakar menjadi lebih lunak sehingga mudah utuk dibentuk dan dilubangi.
Selama hidup di rumah gua, Hamdan, Sinta dan ketiga buah hatinya Nur Kamsina, Nur aisyah dan  Nur Alam Gua belum pernah mengalami hal-hal mistis seperti yang ditakutkan para kerabat dekat mereka, kondisi kesehatan mereka juhga bagus ganguan kesehatan dari efek kelembaban gua tidak pernah dirasakannya, yang kadang mengganggu hanyalah hewan-hewan melata seperti ular dan biawak, terutama ketika musin hujan tiba.
Cita rasa seni yang sangat kuat tercermin dari rumah batu yang dipahat olehnya, sederhana tetapi mengandung makna perjuangan tak kenal lelah dari seorang laki-laki.
"Daripada saya menumpang di rumah orangtua mendingan kami hidup sendiri meskipun hanya dalam gua" ungkap Hamdan. Masih banyak harapan yang ingin diuraikan Hamdan termasuk soal keprihatinannya melihat kondisi alam Pangkep yang semakin rusak oleh sebab pengerukan gunung yang dilakukan secara terus menerus.

Hebat Daeng..
Salut untuk Hamdan dan keluarganya

16/11/11

BERBURU CAKAR DENGAN CAKAR DI BURSA CAKAR



Buat Anda yang ingin hemat, tapi tetap memperhatikan penampilan, maka Artikel kita kali ini "Berburu Cakar Dengan Cakar Di Bursa Cakar cocok untuk Anda.
Masa iya??  Tentu saja iya :)
Dengan modal kelincahan Anda berburu pakaian cakar (cap karung) alias pakaian bekas, Anda dapat memperoleh pakaian berkelas dengan kualitas yang tak diragukan lagi.
Pakaian bekas?!
Iya, pakaian bekas produksi dari pabrik atau rumah-rumah mode di Korea, Australia, Amerika, Eropa, dan Jepang dapat dibeli dengan harga hanya Rp 50.000 per potong bahkan lebih murah jika Anda memiliki bakat membanting harga (menawar).
Layak pakai tidak??
Hoho, ini jangan ditanyakan, kondisinya mulus, kualitasnya terjamin. Harus diakui, kualitas produksi pakaian dari luar memang masih lebih bagus. Kita bicara merk deh... :)
Iya, ber-merk tidak?
Untuk Anda yang gila merk, memang di sini tempatnya. Mau merk apa? Kenzo, Armani, Corocodile, Gucci, Leonardo, Givency, Slazenger, Audi, Edwin, IVL, Adidas, dan lain-lain. Celana bermerk berharga jutaan di pasaran umum, seperti Levis, Wrangler atau BMW dapat diperoleh dengan harga hanya Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per buah, bahkan lebih murah jika Anda memiliki bakat membanting harga.
Wah..wah.. wah.., ada paket ekonomis nih untuk menambah asesoris ketampanan :D
Saya tambahkan lagi, selain pakaian (baju dan celana), juga terdapat produk luar negeri lainnya, seperti berbagai jenis, model dan merk sepatu, jaket, switter, jas (laki-laki dan perempuan), rain coat, rim, kaos oblong, pakaian anak-anak, topi, gorden, ambal (karpet), dasi, kaos kaki, bahkan buat Anda yang suka mencuri pakaian dalam wanita di jemuran, di stop deh, karena di bursa cakar juga ada tersedia, halal.
Harganya, ya….tetap ‘miring’ sampai duapuluh kali ‘lebih murah’ dibanding produk dengan merk dan kualitas sama.
Langsung tkp-nya Daeng..
Di Makassar, ada Sentral Cakar Ratulangi (SCR), di jalan Ratulangi. Bursa cakar di jalan Gunung Bawakaraeng. Bursa Cakar ‘Daimaru’ di Jl. Andalas, Bursa Cakar Roberta dan Eks Jujur Jaya di Jl. Gunung Bawakaraeng, serta menempati puluhan lodz di Pasar Sentral Toddopuli Kota Makassar. Selain ada juga yang membangun stand baru khusus untuk Bursa Cakar, seperti di Bursa Cakar Jl. Alauddin dan Bursa Cakar di jalan Batu Raya. Bahkan bekas Hotel Makassar City (d/h. Hotel Raoda) di Jl. Khairil Anwar pernah menjadi lokasi perdagangan Bursa Cakar terbesar di Kota Makassar.
Sejarah awal mulanya bagaimana?
Hmmm, tidak ada yang tahu pasti sejarah asal muasalnya bagaimana, tapi menurut cerita dari mulut ke mulut, bursa Cakar mulai dikenal di Kota Pangkajene, ibukota Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Provinsi Sulsel pada tahun 80-an. Sejumlah pedagang di daerah tersebut memperoleh bahan-bahan pakaian bekas dari luar negeri — mulanya hanya jenis baju kemeja, yang dibeli dari para pedagang di Pulau Wanci (kini Kabupaten Wakatobi) di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemungkinan masuknya dari pelabuhan di kota Pare-Pare, kotamadya yang letaknya berdekatan dengan kabupaten Sidrap.
Di wilayah Sulawesi Tenggara perdagangan pakaian bekas ini dikenal dengan istilah Pasar ‘RB’ (RB singkatan dari kata ‘Rombengan’). Tapi karena perdagangan pakaian bekas ini dilakukan dengan cara penjualan Bal per Bal. Maksudnya, tidak dijual satu per satu, tapi harus per karung (bal) berisi hingga 300 potong kemeja bekas yang masih dalam kondisi disegel dari Negara asalnya. Maka kemudian pedagang dan masyarakat di Kabupaten Sidrap menyebutnya sebagai pakaian ‘Cap Karung’.
Dalam perkembangannya kemudian, sebutan pakaian ‘Cap Karung’ itu disingkat sebagai ‘Cakar’. Istilah itu dianggap cocok, sebab awal dari perdagangan pakaian bekas ini di Sidrap, para pembeli seolah saling cakar berebut untuk memilih pakaian-pakaian yang cocok dan baik ketika baru dibuka dari bal-nya. Umumnya pembeli yang kemudian berdatangan dari berbagai kabupaten tetangganya Sidrap, seperti dari Kabupaten Wajo, Soppeng dan Pinrang antusias untuk membeli Cakar yang baru dibuka langsung dari bal-nya.
Belakangan, perdagangan ‘Cakar’ yang diminati warga merambah ke semua wilayah kabupaten/kota hingga ke wilayah pelosok di Provinsi Sulawesi Selatan. Termasuk pada akhir tahun 90-an mulai menerobos dan justru diminati warga di Kota Makassar. Tak heran jika perdagangan atau ‘Bursa Cakar’ ini tak hanya hadir mewarnai dinamika perdagangan pasar-pasar tradisional di Kota Makassar, seperti di Pasar Terong, Pasar daya, Pasar Cidu (Tinumbu), Pasar Karuwisi, dan Pasar Maricaya.
Bursa Cakar di Kota Makassar ini juga merupakan bagian dari wajah asli Indonesia kita saat ini. Indonesia dan Makassar dengan segala keunikannya :)
[annemi nikana lammoro' nammassori]
Copas Dari aslinya di Obrolan Ringan Di Waring Kopi