Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan

01/01/14

Mate Ni Santangngi


Punna Sallang La Nu Sombala'mi Sarennu Anakku..
U'rangi...
Inroi Rong Pallunnu Pintuju
Sollanna Singara' Tallasa'nu
Ɓppaenteng Ka Bura'neang
Bura'nena Bura'nea
Pasolle'na butta Mangkasara'

Bura'ne.. Bura'ne Cappa'Tallua
Assulu' Na Taranga Kana-kanannan
Ammentenga Ri Kala'biranna Bainea
Ammubuka Badi' Punna Tenamo Takammana...

Na Punna Battumi Kamateangan Anakku..
Allei Matea..
Mate Ni Santangngi..

06/02/12

Royong Sastra Lisan yang terlupakan


Royong yang dikenal dalam masyarakat Makassar adalah sejenis nyanyian untuk anak-anak kecil (bayi) yang sering dinyanyikan oleh orang-orang tua di Makassar untuk sang buah hati yang masih berumur sekitar 40 hari. Berdasarkan bunyi pertama dari permulaan sebuah royong, maka royong ada yang disebut pajjapa daeng atau turinanung, cuwi dan kurru-kurru jangang yang bermakna bahwa umat manusia selalu melihat ketempat yang tinggi. Royong biasanya dilantunkan oleh perempuan yang sudah berusia lanjut, terutama pada pesta penyunatan atau khitanan, perkawinan ataupun pada acara aqiqah. Khusus pada pesta adat, royong biasanya diiringi dengan alat musik tradisional, seperti anak baccing (dua anak besi yang dipukulkan), curiga (rantai yang saling dipukulkan satu dengan yang lainya), gong, gandrang (genderang), pui'-pui', dekkang dan lain sebagainya.

03/02/12

Budaya Siri' Na Pacce


Budaya Siri' Na Pacce merupakan salah satu falsafah budaya Masyarakat Bugis-Makassar yang harus dijunjung tinggi. Apabila siri' na pacce tidak dimiliki seseorang, maka orang tersebut dapat melebihi tingkah laku binatang, sebab tidak memiliki rasa malu, harga diri, dan kepedulian sosial. Mereka juga hanya ingin menang sendiri dan memperturutkan hawa nafsunya. Istilah siri' na pacce sebagai sistem nilai budaya sangat abstrak dan sulit untuk didefenisikan karena siri' na pacce hanya bisa dirasakan oleh penganut budaya itu. Bagi masyarakat Bugis-Makassar, siri' mengajarkan moralitas kesusilaan yang berupa anjuran, larangan, hak dan kewajiban yang mendominasi tindakan manusia untuk menjaga dan mempertahankan diri dan kehormatannya. Siri' adalah rasa malu yang terurai dalam dimensi-dimensi harkat dan martabat manusia, siri' adalah sesuatu yang 'tabu' bagi masyarakat Bugis-Makassar dalam berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan, pacce mengajarkan rasa kesetiakawanan dan kepedulian sosial tanpa mementingkan diri sendiri dan golongan inil adalah salah satu konsep yang membuat suku Bugis-Makassar mampu bertahan dan disegani diperantauan, pacce merupakan sifat belas kasih dan perasaan menanggung beban dan penderitaan orang lain, kalau istilah dalam bahasa Indonesia "Ringan sama dijinjing berat sama dipikul"

30/01/12

Goyang Senggol Di Pasar Senggol Makassar



Assalamu Alaikum daeng-daeng sekalian, jumpa lagi di Icapila.. semoga daeng semua tetap sehat dan selalu dalam lindunganNya. Tak lengkap rasanya berbicara tentang Kota Makassar, tanpa berbicara mengenai tempat unik yang satu ini. Tempat itu adalah Pasar senggol Kota Makassar, lokasi pasar ini terletak di jalan hati murni Kota Makassar disini terdapat pasar yang menjual beraneka kebutuhan masyarakat Makassar mulai dari pakaian, sepatu, aksesori dan lain-lain.

Salah satu keunikan dari pasar senggol ini adalah, pasar ini hanya buka pada malam hari saja, bila siang hari pasar ini menghilang dan berubah menjadi jalan raya. kenapa bisa begitu? ya karena memang lokasi pasar ini berada di tengah jalan yang disulap menjadi pasar pada malam hari. 

26/01/12

Kue Barongko Made in Bugis-Makassar


Gambar diambil dari inforesep.com
Barongko.. Hmmm.. mendengar namanya disebutkan salah soreng teman dikantor, jadi terbayang kelezatan salah satu makanan penutup unik khas masyarakat Bugis-Makassar. Barongko sebenarnya adalah salah satu jenis makanan penutup khas Bugis-Makassar yang cara pembuatannya tergolong sangat mudah. Barongko terbuat dari bahan pisang raja matang yang dilumatkan kemudian dibungkus dengan daun pisang yang selanjutnya dikusus hingga matang.

Pada jaman dahulu, ketika masih berjayanya era pemerintahan kerajaan di makassar, barongko adalah salah satu jenis makanan penutup yang sangat mewah, yang hanya disajikan untuk para raja-raja dan pada moment-moment tertentu saja seperti pada acara pernikahan, dan pada upacara adat lainnya

Bagi daeng-daeng semua yang ingin menikmati panganan khas Bugis-Makassar ini, silahkan datang dan berkunjung di Makassar. Biasanya panganan ini rame dijajakan oleh para penjual terutama pada bulan Ramadhan yang disajikan sebagai kue untuk berbuka puasa bersama dengan pisang ijo dan minuman dingin pelepas dahaga.

06/01/12

Hujan Di Makasar



Hujan di Makassar... hhmmm hujan memang sesuatu yang sangat menyenangkan, tapi tidak sedikit juga orang yang menyukai hujan, mungkin karena alasan takut basah a'do'mese'  kalo orang Makassar bilang, takut motornya jadi kotor (alasan bagi orang-orang yang malas mencuci motor hehe..), takut terserang flu dan berbagai alasan lainnya..

Tetapi hujan bagi sebagian orang terutama bagi seorang penyair adalah suatu hal yang menarik karena hujan bisa dijadikan puisi, bisa dijadikan embel-embel dalam surat cinta, bisa dijadikan lagu dan lain-lain. Hujan juga merupakan berkah dan anugrah tersendiri yang diberikan Tuhan bagi para penjual pernak-pernik anti hujan dan para penjual makanan kecil.

Nih daeng beberapa peralatan dan camilan yang laku saat musim hujan..

03/01/12

Baju Bodo Pakaian Adat Bugis Makassar



Tulolona Sulawesi
Malabbiri memang tongngi
Tulolona Sulawesi
Mabbaji ampe mabbaji ampe
Alusu' ri pangadakang

Tulolona Sulawesi..
Tulolona Sulawesi..

Malabbiri memang tongngi
Tulolona sulawesi
Mabbaju bodo mabbaju bodo
Nakingking lipa' sabbena..

Itulah Sepenggal lirik lagu "Tulolona Sulawesi" yang menggambarkan seorang dara mengenakan baju bodo dan lipa' sabbe.

Baju bodo adalah baju adat Bugis-Makassar yang dikenakan oleh perempuan. Sedangkan Lipa' sabbe adalah sarung sutra, biasanya bercorak kotak dan dipakai sebagai bawahan baju bodo.

Konon dahulu kala, ada peraturan mengenai pemakaian baju bodo. Masing-masing warna manunjukkan tingkat usia perempuan yang mengenakannya.

02/01/12

Acera' Kalompoang Upacara Adat Kerajaan Gowa



Accera Kalompoang merupakan upacara adat untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa. Inti dari upacara ini adalah allangiri kalompoang, yaitu pembersihan dan penimbangan salokoa (mahkota) yang dibuat pada abad ke-14. Mahkota ini pertama kali dipakai oleh Raja Gowa, I Tumanurunga, yang kemudian disimbolkan dalam pelantikan Raja- Raja Gowa berikutnya.

Adapun benda-benda kerajaan yang dibersihkan di antaranya: tombak rotan berambut ekor kuda (panyanggaya barangan), parang besi tua (lasippo), keris emas yang memakai permata (tatarapang), senjata sakti sebagai atribut raja yang berkuasa (sudanga), gelang emas berkepala naga (ponto janga-jangaya), kalung kebesaran (kolara), anting-anting emas murni (bangkarak ta‘roe), dan kancing emas (kancing gaukang). Selain benda-benda pusaka tersebut, juga ada beberapa benda impor yang tersimpan di Museum Balla Lompoa turut dibersihkan, seperti: kalung dari Kerajaan Zulu, Filipina, pada abad XVI; tiga tombak emas; parang panjang (berang manurung); penning emas murni pemberian Kerajaan Inggris pada tahun 1814 M.; dan medali emas pemberian Belanda.

31/12/11

Asal Usul Nama Sulawesi



Sulawesi adalah nama sebuah pulau yang terletak ditengah-tengah Negara Indonesia, bentuk pulau ini jika dilihat dari angkasa berbentuk cukup unik yaitu menyerupai huruf K. Pulau ini dilalui oleh garis meredian 120 derajad bujur timur menurut wikipedia nama sulawesi kemungkinan besar berasal dari kata "sula" yang berarti pulau dan "besi" yang menurutnya banyak ditemukan di danau Matana. Pada dukomen dan peta lama pulau ini bernama "Celebes".

Salah satu ekspedisi ilmiah dunia terkait dengan Sulawesi dilakukan oleh Alfred Russel Wallace yang mengemukakan suatu garis pembatas tentang flora dan fauna yang ada di Indonesia. Juga ekspedisi Snellius (Universitas Leiden) yang mempelajari tentang kondisi bawah permukaan sekitar Sulawesi sampai ke Maluku. Kedua ekspedisi ilmiah pada zaman tersebut menggunakan nama ‘Celebes’.

Yang menarik adalah masyarakat lokal pada waktu itu belum menyadari untuk memberikan nama ke pulau tempat mereka berdiam. Sehingga untuk hal ini, Celebes merupakan eksonim untuk pulau yang nyaris berbentuk huruf K ini. Dari Celebes ini kemudian berevolusi menjadi ‘Sulawesi’ yang menjadi endonim sampai saat ini.

Pada lambang daerah Sulawesi Selatan ada tulisan lontara berbahasa Makassar. Tertulis: "Kualleangi Tallanga Natowalia" dibawah gambar perahu khas Phinisi Lalu diterjemahkan bebas menjadi : "Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai" Namun arti sebenarnya kata "Kualleangi Tallanga Natowalia" adalah "Lebih Kupilih Tenggelam (di lautan) daripada Harus Kembali Lagi (ke pantai)".

Sulawesi sendiri dulu disebut Celebes oleh Belanda. konon berasal dari kata Sele' Bessi (badik besi - bahasa bugis). Konon dahulu waktu orang Portugis datang, dia bertemu dengan seorang pribumi yang sedang attompang sele' alias badik (merawat badik dengan menggunakan jerus nipis)*. Ketika itu orang Belanda bertanya: "Apa nama daerah ini?"

Tapi karena bahasanya kurang nyambung, pribumi yg ditanya mengira dia ditanya "apa nama benda yg kamu pegang itu?" Maka dengan enteng Sang Pribumi menjawab: "Sele' Bessi". Nah... dari kata Sele' Bessi inilah terbentuk kata Celebes alias Sulawesi... 

Dulu ada Pelaut Portugis yang Singgah di Makassar dan Menemui Raja Gowa untuk meminta Izin berlayar sekaligus menanyakan nama Daerah ini, tetapi pada saat orang Portugis itu Menghadap ke Hadapan Raja, Raja sedang Membersihkan Sele'nya (Kerisnya), Nah pada saat itu Orang Portugis Bertanya kepada Sang Raja dengan bahasa Portugis bahwa daerah ini namanya Apa???, karena Sang Raja tidak mengerti Bahasa Portugis, maka sang Raja hanya Memperkirakan arti pertanyaan itu, Sang Raja memperkirakan bahwa orang Portugis ini sedang mempertanyakan apa nama Benda yang ada di Tangan Sang Raja, maka Sang Raja pun menjawabnya dengan SELE' BASSI. singkat cerita Orang Portugis ini pun mencatat nama SELE' BASSI itu untuk menamai daerah kita, dan mereka lebih mudah menyebut SELE' BASSI dengan sebutan CELEBES.


Catatan : Mohon Maaf catatan diatas adalah hal yang tidak jelas asal usulnya jadi tidak bisa dijadikan dasar untuk sebuah karya ilmiah.




26/12/11

Kue Janda Alias Songkolo Bandang



Kue Janda atau yang sering disebut oleh masyarakat Kota Makassar dengan sebutan Songkolo Bandang adalah penganan unik dari makassar yang terbuat dari pisang dan ubi kayu serta parutan kelapa. Kue ini dibuat dengan potongan pisang yang dibalut dengan parutan ubi kayu yang dikukus kemudian ditaburi dengan parutan kelapa dan gula pasir.

Kue Janda biasanya tampil dalam dua warna hijau dan merah, untuk warna hijau dapat diperoleh dari daun pandan suji yang ditumbuk dan diperas airnya, untuk menambahkan aroma harum dari daun pandan biasanya parutan ubi kayu diberi air perasan daun pandan. Sedangkan untuk pewarna merah, dapat digunakan pewarna makanan alami yang dapat diperoleh di warung-warung terdekat rumah anda.

Ada yang mau bikin sendiri..? nih.. Icapila Daeng Kana dalam Sepotong Cerita Dari Pannyingkul Kota Makassar akan membagikan resepnya untuk daeng-daeng semua..

Bahan:
  1. Ubi Kayu
  2. Pisang
  3. Kelapa
  4. Garam
  5. Gula Pasir
  6. Daun Pandan Suji
Cara Membuatnya:
  1. Parut Ubi kayu kemudian ditambahkan garam sesuai selera (tambahkan pula perasan daun pandan yang ditumbuk untuk menambahkan aroma harum)
  2. Tumbuk daun pandan suji untuk pewarna hijau kemudian peraskan air daun pandan suji yang telah diparut tadi ke parutan ubi kayu.
  3. Potong-potong pisang dengan besar sesuai selera anda.
  4. Balut pisang dengan parutan ubi kayu kemudian kukus hingga matang.
  5. Setelah matang, gulingkan kue janda atau songkolo bandang tadi ke dalam parutan kelapa, kemudian taburi dengan gula pasir.
  6. Songkolo Bandang siap untuk disantap.

24/12/11

Barobbo' Kuliner Unik Dari Sulawesi


Assalamu Alaikum daeng...
Ada yang suka makan Baro'bo'..? tapi tidak tau cara membuatnya.. tenang-tenang.. Icapila Daeng Kana dalam Sepotong Cerita Dari Pannyingkul Kota Makassar akan membagikan satu resep kuliner unik dari Sulawesi yang bernama Baro'bo'..

Langsung praktek daeng..
Siapkan dulu bahan-bahan yang diperlukan yaitu: jagung manis, ayam potong (suir-suir goreng) atau udang, bawang merah, bawang putih, merica (secukupnya), bayam bisa juga pake kangkung atau sawi dan yang terakhir adalah daun sup. Dan sebagai pelengkapnya adalah bawang goreng, ulekan cabe plus air perasan jeruk nipis serta perkedel dari jagung yang bahan-bahannya adalah jagung kuning, telur ayam, bawang merah, bawang putih, merica, tepung terigu serta irisan daun sup dan daun bawang lebih seru lagi kalo ditambahain udang.

Oke.. bahan sudah lengkap. Selanjutnya cara pembuatannya. Parut jagung manis kemudian masukkan ke dalam Panci, isi dengan air, tambahkan udang kemudian masak, tambahkan irisan bawang merah dan bawang putih tunggu hingga mendidih kemudian masukkan sayuran, daun sup merica dan garam kemudian masak lagi hingga matang. yups.. baro'bo' siap untuk disajikan. Siapkan bubur dalam mangkuk, taburi atasnya dengan ayam goreng suir-suir, bawang goreng dan perkedel jagung. hmmm.. Baro'bo' siap disantap dengan pelengkap cabe ulek plus air perasan jeruk nipis.


20/12/11

Istilah Kekerabatan dan Sapaan Dalam Masyarakat Makassar



Assalamu Alaikum Daeng... Kali ini Icapila Daeng Kana dalam Sepotong Cerita Dari Pannyingkul Kota Makassar akan mencoba mengupas hal-hal yang berhubungan dengan istilah-istilah kekerabatan dalam Masyarakat Makassar.

Kekerabatan adalah suatu unit sosial yang orang-orangnya mempunyai hubungan keturunan atau hubungan darah. Hubungan kekerabatan merupakan seperangkat hubungan berdasarkan keturunan dan perkawinan.

Setiap masyarakat dari suatu suku bangsa mempunyai ikatan kekerabatan tertentu yang harus dijunjung tinggi oleh anggota keluarganya. Demikian pula, masyarakat Makassar hubungan kekerabatan ini masih dipelihara dengan baik. Istilah kekerabatan dalam bahasa Makassar disebut dengan "Bija Pammanakang".
Bija Pammanakang adalah orang-orang yang memiliki hubungan keluarga (famili) dengan seseorang karena adanya nenek yang menghubungkan seseorang dari segi keturunan. Kriteria Bija Pammanakang ada yang disebut Bija Ma'reppese' atau keluarga dekat, Bija Bella atau keluarga jauh dan Bija Pasisambungan karena adanya hubungan pertalian dengan keluarga lain.

Mari kita perhatikan istilah kekerabatan dalam bahasa Makassar melalui contoh berikut :

Ammakkuk Anrong Kalengku
Anrong tumalassukangku
Pa'rimpunganna
Pangngai ta matappukku

Dari contoh diatas terdapat kata Ammak, anrong, kalengku, tulassukangku yang berarti ibu kandung. selain itu, terdapat pula kata yang bersinonim dengan ammak dan anrong, yaitu mamak dan ummi.


Kodi Padeng kasia'na
Nikanayya tena mangge
Manna bijanta
Tumaraengji Ri Katte

Pada contoh diatas terdapat kata Mangge yang berarti ayah kandung. Kata Mangge bersinonim dengan Bapak, Tetta, daek dan uak.


Anakku anak ku pala'
kukanro ri batarayya
Lompoko Nai'
Na nubalasakki te'ne

Pada contoh diatas terdapat kata anak yang pada dasarnya mengacu kepada anak kandung, anak ao (anak tiri) dan anak kamanakang (keponakan).


Sari'battang tojeng-tojeng
Iaji kalli majarre'
Pindu cikali
naempoi ranggasela

Pada contoh diatas terdapat kata Sari'battang tojeng yang berarti saudara kandung, kata cikali berarti saudara sepupu sekali, yaitu anak dari paman atau bibi saudara ayah atau ibu, dan kata pindu' berarti saudara sepupu dua kali yaitu anak dari sepupu satu kali ayah atau ibu. Sari'battang Ao atau saudara tiri yaitu anak dari ibu tiri atau ayah tiri. Jika penyapa lebih tua dari pada yang disapa, maka mereka memanggil daeng. Sebaliknya, jika lebih muda mereka memanggil andi'.

Bunting manai'mako mae
ri balla'na matoannu
matoang tuna
ipara kamase-mase

dari contoh diatas kata matoang berarti metua yaitu ayah atau ibu dari pihak suami atau istri. Mertua laki-laki disebut matoang bura'ne dan mertua perempuan disebut matoang baine. Matoang disapa seperti menyapa ayah atau ibu kandung. Kata ipara' berarti ipar yaitu saudara dari pihak suami atau istri.

Panggilan, teguran, sapaan merupakan penanda ragam yang amat penting dan perlu mendapat perhatian dari pemakai bahasa, termasuk pemakai bahasa Makassar, penanda-penanda ini amat penting karena tempatnya paling awal pada setiap percakapan dan menetukan ragam percakapan selanjutnya menjadi formal, informal, serius, lucu atau diterima tidaknya dalam percakapan itu.

Dalam bahasa Makassar panggilan, teguran dan sapaan harus disesuaikan dengan budaya dan istilah kekerabatan serta pemarkah pesona yang relevan dengan si tersapa. Apabila hal ini tidak diperhatikan, maka orang yang disapa biasanya mengatakan "tena nusitarang akkio' purina ri nakke" tidak pantas anda menyapa paman/bibi atau anak kepada saya. Oleh karena itu, sebelum kita memanggil, menegur dan menyapa seseorang maka sebaiknya kita mengenal lebih dahulu hubungan kekerabatan kita dengan orang yang akan disapa.

17/12/11

Sinrilik Karya Sastra Unik Dari Kota Daeng Makassar


Assalamu alaikum Daeng.. Postingan Icapila Daeng Kana dalam Sepotong Cerita Dari Pannyingkul Kota Makassar kali ini akan membahas mengenai karya sastra dari Kota Daeng Makassar yang unik dan menarik yaitu sebuah karya sastra tradisional yang bernama Sinrilik.

Sinrilik merupakan salah satu karya sastra lisan dalam masyarakat Makassar yang hingga saat ini masih dipelihara dan diminati masyarakat Makassar. Meskipun karya sastra ini masih diminati oleh masyarakat akan tetapi orang yang dapat melagukannya atau membacakannya sudah sangat sedikit. Oleh karena itu karya sastra jenis ini perlu mendapat pembinaan agar tetap lestari.
menurut Parawansa dan Mangemba dalam Roslinda (1998) sinrilik adalah cerita yang disusun secara puitis yang diceritakan atau dinyanyikan oleh ahlinya (yang disebut Pasinrilik). 
Selanjutnya Bantang (2000) mengatakan bahwa sinrilik adalah karya sastra Makassar yang dilagukan dan dapat diiringi alat musik Kesok-kesok maupun tidak diiringi.
Dari kedua batasan diatas dapatlah disimpulkan bahwa sinrilik adalah karya sastra makassar yang berbentuk prosa dimana cara penyampaiannya dilagukan secara berirama baik dengan alat musik maupun tanpa alat musik.

Berdasarkan isi dan cara melagukannya sinrilik terbagi atas dua macam, yaitu sinrilik pakesok-kesok dan sinrilik Bosi Timurung.

Sinrilik Pakesok-kesok adalah sinrilik yang dilagukan dengan iringan alat musik kesok-kesok (rebab). Isinya melukiskan tentang sejarah perjuangan dan kepahlawanan seorang tokoh. Bunyi alat musik gesek kesok-kesok yang mengiring pakesok-kesok/pasinrilik (orang yang memainkan alat musik kesok-kesok atau melagukan sinrilik) harus selaras dengan lagu dan isi serta suasana cerita yang dibawakan.
Di Sulawesi Selatan terdapat beberapa naskah yang berbentuk sinrilik. Naskah ada yang sudah dibukukan dan adapula yang belum, adapun naskah sinrilik yang dapat diiringi dengan kesok-kesok antara lain, Sinrilik Kappala' Tallumbatua, Sinrilik I Makdik Daeng Ri Makka, Sinrilik I Manakku' Caddi-caddi dan lain sebagaiya. Sinrilik ini isinya mengisahkan tentang perjuangan dan kepahlawanan disela percintaan sang tokoh yang ditampilkan dalam cerita itu. Jenis sastra ini sangat menarik apabila dikreasi menjadi sastra pertunjukan.

Sinrilik Bosi Timurung adalah sinrilik yang dilagukan tanpa diiringi alat musik kesok-kesok dan biasanya dilantunkan pada tempat yang sunyi dikala orang yang berada disekelilingnya sedang tidur nyenyak. Sinrilik Bosi Timurung pada dasarnya berisi hal-hal sebagai berikut:
  • Pujaan yang menggambarkan kecantikan seorang gadis dengan membandingkan keadaan sekelilingnya.
  • Merindukan kekasih yang menggambarkan kerinduan seorang jejaka terhadap gadis yang dicintainya.
  • Beriba hati yang menggambarkan seorang yang sial atas segala usahanya sehingga menjadi sengsara.
  • Kesedihan yang menggambarkan kesedihan seseorang yang ditinggal oleh suaminya.
 Dengan kata lain Sinrilik Bosi Timurung bila diistilahkan kedalam istilah anak muda jaman sekarang adalah sinrilik Curhat atau curahan hati seseorang yang hanya dia saja dan tuhannya yang mengetahuinya. Hehehe..

Sinrilik Bosi Timurung dapat juga dijadikan pelajaran atau nasihat yang berharga bagi orang yang menyimaknya, karena isinya menceritakan tentang ganjaran perbuatan yang baik dan siksaan terhadap perbuatan yang jelek diakhirat kelak. Sinrilik yang mengisahkan tentang hal-hal seperti ini biasanya dilantunkan pada saat kedukaan atau kematian sehingga dapat pula dijadikan sebagai hiburan bagi orang yang ditinggalkan. Acara ini dalam adat istiadat Makassar disebut dengan Ammaca kitta' yang pelaksanaannya dilakukan setelah Tadarrus AlQuran. Contoh Sinrilik Bosi Timurung adalah Kitta'na Tulkimak, Kitta'na Bodolo' Akherat, Kitta'na Jayalangkara dan lain sebagainya.

14/12/11

Prosesi Pernikahan Menurut Adat Makassar



Adat Pernikahan di tanah Makassar pada zaman sekarang ini sudah sangat jauh berbeda dengan zaman dulu, seperti contoh, pada zaman dulu pengantin wanita yang ingin menikah tidak boleh sembarang memilih calon pendamping, tetapi harus berdasarkan pilihan orang tua, juga tidak ada lagi pesta pernikahan selama 40 hari 40 malam dan lain sebagainya. Meskipun begitu, ada baiknya kalau kita mengetahui syarat-syarat pernikahan menurut adat Makassar sebelum memulai suatu pesta pernikahan... 

Yuk kita langsung saja ke pokok bahasan kita, apa saja sih syarat-syarat dan tahapan-tahapan dalam prosesi pernikahan dalam adat-istiadat Makassar.. Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam prosesi pernikahan menurut adat pernikahan Makassar dan setiap tahap menggunakan ungkapan yang berbeda-beda. Pada dasarnya, prosesi pernikahan terbagi atas 3 (tiga), yaitu: sebelum pernikahan, pernikahan sedang berlangsung dan setelah pernikahan. Berikut ini saya akan mencoba memaparkan tahap-tahap pernikahan beserta ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam bahasa Makassar dan terjemahannya.

Acara Sebelum Pernikahan

Ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum upacara pernikahan adat Makassar, yaitu:

1. Accini' Rorong (Penjajakan).
Pada tahap ini pihak laki-laki melakukan penjajakan dengan penuh rahasia sehingga pihak perempuan belum mengetahui maksud kedatangan tamunya. Salah satu cara untuk mengungkapkan maksudnya ialah dengan menggunakan paruntu' kana atau peribahasa bisa juga berarti ungkapan yang tersembunyi dalam kata. Contoh: 
Pihak Laki-laki : "Lompona anne rapponna untia, erokku ampalessoki ana'na....." ("wah.. besar sekali buah pisang ini, inginnya aku meminta anakannya....") 
Pihak Perempuan: "Io, sallomintu erok nipalesso', mingka tenaji nakke pa'lamungangku. "("iya memang udah lama anak pisang itu ingin dipindahkan, tetapi tidak ada lahan untuk menanamnya.") 

2. Appabattu Kana (Melamar).


Appabattu Kana (melamar) merupakan lanjutan dari Accini Rorong (penjajakan). Appabattu Kana ini tidak boleh dilakukan oleh orang tua calon pengantin pria melainkan dilakukan keluarga atau kerabat dekat sang calon pengantin pria. Adapun ungkapan yang sering dipakai pada saat appabattu kana, antara lain: 
Pihak laki-laki : "Nia' anne nasuro pakkuta'nang Daeng Gassing.. Anjo me bunga sibolloa apa nia'mo angngaliki? Na punna tenapa nia ila' takasembanganna daeng Gassing ero' ampakabani bellayya ampaka jarreki ta'rokayya. ("Ada titipan pertanyaan dari daeng Gassing yang ingin menanyakan apakah si bunga yang cantik itu sudah ada yang punya? kalau memang belum.. ada niatan dari daeng Gassing ingin untuk mendekatkan yang jauh dan menguatkan yang renggang.") ungkapan ini bermaksud untuk menyambung tali silaturahmi antar sesama dengan cara melangsungkan pernikahan 
Pihak Perempuan : "Alhamdulillah.. rannu duduma antu allangngereki ri kabattuanta, mingka takuassengapi anne rinia'na ritenana angngaliki. Lanri kammanami anjo na kupauang ngaseng todong rodo' toana siagang purinanna." (Alhamdulillah.. sungguh senang hati ku mendengarnya, akan tetapi saya belum tahu apakah si bunga ini sudah ada yang punya ataukah belum. oeh karenanya ijinkan saya menanyakannya kepada orang tuanya dan keluarganya yang lain.") 

3. Appakkuling (Mengulangi untuk mempertegas)
Appakkuling adalah mempertegas kembali apa yang sudah dipertanyakan sebelumnya dengan maksud untuk mengetahui apakah lamarannya diterima atau ditolak. Adapun contoh ungkapan yang digunakan dalam tahapan appakkuling ini adalah sebagai berikut. 
Pihak laki-laki : "Nia'ma seng anne angsambung-sambungi kana le'baka kuerang riolo, nia'mo kapang passamaturukang kigappa sipammanakang." ("Saya datang lagi menyambung perkataan yang sudah kutanyakan dahulu, mungkin sudah ada keputusan dari anda berserta keluarga anda.") 
Pihak perempuan : "Ie'.. le'ba' ngasengmi kuagagang sicini' nakamma ngaseng kananna angkana punna erokko nibaliko ero', punna teko nibaliko tea. Iajia apannapi podeng ka kamma baku tongko'na pajana." ("Iya.. sudah aku tanyakan ke anggota keluarga yang lain, mereka mengatakan apabila saya setuju maka semua sepakat dan apabila tidak mereka semuapun tidak setuju, begitulah keputusan keluarga kami.") 
Pihak laki-laki : "Sukkuru'mi nai' ri langi' tujua rannuku allangereki kananta. Kummotere'mo rodong angngerangi kanannta. Battu ribokopasseng nakusambungi." ("Betapa bahagia saya mendengar perkataan anda, kuucapkan syukurku naik kelangit ketujuh. saya permisi pulang dahulu untuk memberitahukan keluarga kami, nanti kami akan datang lagi untuk menyambungnya.")

4. Appakajarre'/Annyikko' (Mempererat/mengikat) 
Appakajarre' yaitu menyepakati atau menyatukan pendapat untuk melaksanakan pesta pernikahan. Pada tahap ini sudah dibicarakan sunrang (mahar), doe' balanja (uang belanja) dan perlengkapan lainnya atau erang-erang (barang antaran). Juga sering dibuktikan dengan sebentuk cincin yang disebut dengan cincing passikko'. adapun ungkapan yang dipakai adlah sebagai berikut. 
Pihak laki-laki : "Nia'ma seng anne, teaki lanri nibattui..." ("saya datang lagi, saya harap anda tidak bosan saya datangi...") 
Pihak perempuan : "I katte antu kapang malanre battu. I nakke tena naku lanre nibattui, sa'dang teai lagi baji', apa seng ka anu baji..." ("Mungkin Anda yang bosan datang. saya tidak bosan sama sekali, sedang hal yang buruk saya tidak akan bosan, apalagi ini hal yang baik...") 
Pihak laki-laki : "Sallang tarima kasi'na... sikalabini ninanro laloki bedeng ta nako' salibanra na nipa'jari anne numinasaia. Niak anne kuerang tanra tarima kasi'na, kitambai bedeng kakuranganna na kipammopporang punna nia' kasalanna." ("Terima kasih sebelumnya.. semoga diberikan keberkahan untuk menjalani niat yang baik ini. Ada barang yang saya bawa tanda terima kasih, tambahkanlah kekurangannya dan maafkanlah jika ada kesalahan.") 
Setalah itu. barang dibawa seperti cincin dan kue-kue mulai diserahkan. 
Pihak laki-laki : "Nia' anne pole ero' kupala'pala' barang akkullea' kikamaseang nakuasseng siapayya seng kubattu siagang siapa songongang nipierangngianga'.." ("Ada hal lain lagi yang ingin saya tanyakan, semoga dimudahkan yaitu kapan lagi saya sebaiknya datang serta berapa (uang) yang harus saya bawa..") 
Pihak perempuan : "Angngerangmaki mae siapa hallalatta iareka pakkulleta. Manna antu jai la'busu'ji ka anu la nakanre pepe' na lo'lorang je'ne.." ("Bawalah berapapun yang halal bagimu ataukah seberapapun kemampuannmu, karena walaupun banyak tetap akan habis juga karena akan dimakan oleh api dan terbawa oleh air..") 
Pihak laki-laki : "Punna kammantu kananta.. sukkuru'mi naik ri langi' tujua rannuku na kuammotere'mo rodong ampakarimpungangi batang kalengku.." ("Kalau begitu perkataan anda betapa bersyukur dan senang hati ini... kalau begitu saya pulang dulu untuk mempersiapkan diri.."). 

5. Appanai' Leko/angngerang-erang (Membawa barang antaran)


Pada jaman dahulu appanai' leko' ada dua prosesi. ada istilah appanai' leko caddi dan adapula appanai' leko' lompo. tetapi pada masa sekarang ini hanya satu prosesi saja yang dilakukan merangkum kedua prosesi appanai' leko' caddi dan appanai' leko' lompo. dalam prosesi ini sekaligus dibawa uang untuk bahan belanja pihak perempuan, mahar daun dan buah pinang serta embel-embel yang lain berupa : umba-umba (makanan tradisional khas makassar berupa kue-kue kecil berbentuk bulat dengan isi gula merah kemudian ditaburi parutan kelapa), buah-buahan, pisang, tebu dan lain-lain. kesemuanya itu disimpan dalam satu wadah yang bernama "Panca" (wadah dari anyaman batang bambu), kesemua barang bawaan ini berupa panganan-panganan atau buah-buahan yang manis dengan maksud agar pernikahan yang akan dilangsungkan akan berbuah manis pula dikemudian hari. 

Acara Sedang Berlangsungnya Pernikahan 

1. Simorong/Nai'mi Kalenna (Pengantin pria diantar kerumah pengantin perempuan) 
Apabila pengantin pria beserta pengantarnya telah sampai kerumah pengantin wanita, maka pengantin pria diambut dengan alunan "Gandrang" (Musik tradisional Makassar). setelah itu sang pengantin dipanggil oleh anrong bunting atau orang yang ditunjuk dengan melantunkan syair pakkio' bunting.
2. Appabattu Nikka ('Ijab Qabul)
Ijab Qabul ini prosesnya sama saja dengan ijab qabul dalam prosesi pernikahan dalam agama islam. Ijab qabul diucapkan oleh pengantin laki-laki dihadapan wali mempelai wanita, saksi dan imam nikah 
3. Nilekka' (Mengantar pengantin wanita ke rumah pengantin pria) 
Pada prosesi ini pengantin perempuan diantar kerumah pengantin pria dengan membawa "Pa'balasa" atau "pa'matoang" (barang antaran untuk membalas barang antaran pihak pengantin laki-laki), biasanya pengantin wanita dipanggil pula dengan syair pakkio' bunting lalu mereka diberikan sesuatu yang berharga ("Pannimbarangngi"). Acara Sesudah Pernikahan Setelah acara pernikahan masih adalagi prosesi yang disebut "Appa'bajikang" yang berarti mendamaikan atau menyatukan tangan kedua mempelai dalam mengarungi hidup baru. 

Demikian tahapan-tahapan prosesi pernikahan menurut adat istiadat dalam budaya Makassar, semoga dapat bermanfaat untuk semuanya..

13/12/11

"Doangang" Jenis Puisi Lama Dalam Sastra Makassar



Doangang merupakan salah satu jenis puisi lama dalam sastra Makassar yang hampir sama maknanya dengan mantra dalam sastra indonesia. Kata doangang mengandung makna permohonan, permintaan atau harapan. Doangang berbeda dengan jenis sastra lainnya sebab doangang dianggap memiliki berkah dan mengandung kesaktian atau kekuatan gaib bila diyakini oleh pemakainya. Oleh karena itu, hampir seluruh aktivitas masyarakat Makassar pada masa lampau didahului dengan membaca doangang dengan harapan agar mereka selamat dunia akhirat.

Pemakai doangang harus memperhatikan beberapa persyaratan agar doangang yang dibacanya mendapat berkah dari Allah, yaitu tidak boleh membanggakan atau menyombongkan diri. Doa itu tidak diucap pada sembarang waktu dan tempat, harus yakin bahwa doa yang diucapkan itu mempunyai daya gaib, serta dipakai dengan maksud untuk membela diri atau menolong orang.

Umumnya doangang diberikan kepada orang yang akan merantau kenegeri orang jauh dari kampung halaman, doangang ini diberikan oleh tetua adat, dukun atau orang-orang yang dituakan dalam masyarakat Makassar.

berikut adalah contoh-contoh doangang dalam sastra makassar.
Doangang
Terjemahan
Doangang Punna La Naungko Ri Butta
I kau Butta kuonjo'
Palewanga' Tallasakku
Eranga' mange
Ri Kaminang Mate'nea
Doa Ketika Akan Menjejakkan Kaki Ditanah Rantau
Wahai tanah yang aku injak
Luruskanlah jalan hidupku
Bawalah aku
ketempat yang paling baikl
Doangang Punna A'jappa
Bunga ribireang kukangkang
Bunga bulang kusoeang
Bunga ni ngaia ri lino
i nakke ngaseng pata
saba' Allahu Ta'ala
Doa Ketika Mulai Berjalan
Bunga biraeang yang ku genggam
Bunga bulan yang kuayunkan
Bunga yang disukai didunia
Saya semua yang punya
Karena Allah semata
Doangang Punna Lattinro
Kupantinromi tubuku
kukalimbu' sahada'ku
Patampulo malaeka'
Anjagaia' i lalang tinro
Saba' Allahu Ta'ala
Doa Ketika Akan Tidur
Saya sudah menidurkan tubuh saya
dengan berselimut syahadat
Empat puluh malaikat
yang menjagaku didalam tidur
Karena Allah semata
Doangang Punna Ambangung Tinro
Kukangkangmi anne linoa
Kupasapu ri rupangku
Kuerang kale
Butta salama' kuonjo'
Lanri Allahu Ta'ala
Doa Ketika Bangun Dari Tidur
Dunia ini sudah kugenggam
Sudah kuusapkan keseluruh tubuhku
Aku membawa diriku
Menginjak tanah yang selamat
Karena Allah semata
Doangang Sollana Ni Kamaseangko
I nakke minne Ana' I lalang mate'ne
Napinawanga' pammuji
Ata - Karaeng
Mammuji Mangngamaseang aseng ri nakke
Barakka' La Ilaha Illallah
Doa Agar Dikasihani Orang
Saya adalah anak yang berbahagia
Yang selalu diikuti oleh pujian
Baik hamba maupun raja
Semua mengasihi dan menyayangi saya
Berkah Allah semata
Doangang Pa'bongka Setang
Kau setang kau longga'
Pali'-palili kalennu
Lammaloi yukkung
Baja' bassia
Panggala-gala Buttayya
Hu.. Kumpayakum
Doa Pengusir Setan
Kau setan kau tinggi
Singkirkan dirimu
Yukkung akan lewat
Baja besi
Benguat tanah
Jadilah, maka jadilah
Doangang Parampa' Nassu
Limbu'bu'jintu pa'mai'nu
Bombangjintu nassunu
Kulappa' na kuonjokang
Tamammoterang
Doa Penghilang Marah
Perasaanmu itu hanya debu
Marahmu hanya ombak
Akan kulipat dan kuinjak
Sampai tidak kembali

10/12/11

Syair Pakkio' Bunting (Pemanggil Pengantin) Dari Makassar



Perkawinan adalah sarana untuk menciptakan rumah tangga yang bahagia, penuh cinta kasih, toleransi, tenggang rasa dan perasaan tentram untuk selamanya. Rumah tangga seperti inilah yang menjadi idaman bagi setiap insan yang akan menuju kejenjang perkawinan. Oleh karena itu, janganlah tergesa-gesa dalam memiliki calon pendamping, pertimbangkan matang-matang siapa yang akan menjadi pendamping anda kelak. Baik laki-laki maupun perempuan harus pandai-pandai memilih calon pendamping agar tidak kecewa dikemudian hari. (Kayak saya gitu loh.. istriku Orang yang hebat.. hehe).

Hal diatas telah dituangkan dalam syair "Pakkio' Bunting" sebagaimana yang lazim dilakukan oleh Masyarakat Makassar pada saat memanggil pengantin. "Pakkio' Bunting" adalah sejenis puisi dalam sastra Makassar yang khusus dipakai untuk memanggil penganting pria yang datang ke rumah pengantin wanita. Puisi ini tidak dinyanyikan, tetapi hanya diucapkan dengan perasaan dan irama serta mimik yang menarik.

Berikut adalah contoh Syair Pakkio' Bunting

Ia dende'.. ia dende..
Nia' tojengmi daeng bunting
Bunting salloa kutayang
Salloa kuantalai
Nampako ri ujung bori'
Ri Cappa' Pa'rasangangku
Na kupanragiangko berasa'
Ri mangko' kebo'
Ku pammueang rappo
Ri palakku
Ku pannaroangko pole
Kalomping ri talang bulaeng
Kutongko' intang
Kubelo-belo jamarra'
Bunting.. manai' mako mae
Ri Balla'na matoannu
Matoang kamase-mase
Ipara' Kasiasinu
Sari'battang matunanu
Sikatutuiko tope daeng bunting
Numassassa' mole-mole
Tenamo antu
Parekanna maloloa
Nai' ngaseng maki mae..!

09/12/11

Yang Serba Pisang di Makassar


Assalamu Alaikum Daeng..Icapila Daeng Kana kali ini kembali akan menampilkan kuliner-kulier yang lezat dari Makassar, kalo aku sih memberinya nama "Trio Pisang" karena memang bahan-bahan dasarnya dari buah yang bernama pisang.

Oke.. kita langsung saja membahas si "pisang" berikut ini:

Es Pisang Ijo

Kuliner berikut diberi nama es pisang ijo karena warnanya yang berwarna hijau, sebenarnya sih warnanya bisa diganti sesuai selera tapi karena saking terkenalnya dengan nama es pisang ijo walaupun diberi warna lain tetap saja disebut dengan es pisang ijo. Kuliner ini dibuat dari pisang raja yang diberi balutan dari adonan tepung terigu yang dililitkan keseluruh tubuh pisang tersebut, sedangkan sausnya terbuat dari campuran santan kelapa dan terigu.

Es Pallu Butung

Kuliner ini terbuat dari pisang kepok yang dikukus hingga matang kemudian dipotong-potong kecil sesuai selera, dimasak bersama dengan campuran tepung terigu, air perasan santan kelapa, gula pasir, vanili, daun pandan serta sedikit garam, disajikan dengan es batu dan sirop merah.. hmmm.. mantap daeng..

Pisang Epe'

Hmmm.. kalau kuliner yang satu ini cara membuatnya cukup mudah, karena terbuat dari pisang kepok yang masih mengkal kemudian dibakar dengan arang kayu lalu dipipihkan (dipenyet) dengan alat khusus, disajikan dengan siraman dari saus gula merah bisa ditambahkan dengan coklat cair atau keju parut..

06/12/11

Pantai Akkarena Destinasi Wisata Cantik Di Makassar




Pantai...?? Hmm.. sejak zaman dahulu kala pantai memang menjadi tujuan wisata utama setiap pelancong yang datang kesuatu daerah. Kenapa..? karena tidak hanya menjanjikan eksotisme yang ada tapi juga dunia hiburan yang memanjakan hati dan perasaan para pengunjungnya. Oleh karena itu Icapila Daeng Kana dengan Sepotong Cerita Dari Pannyingkul Kota Makassar akan mencoba mengangkat satu destinasi wisata pantai di Kota Makassar yaitu Pantai Akkarena Makassar.

Dengan Fasilitas yang terbilang lengkap, lokasi wisata pantai Akkarena Makassar berhasil memadukan kedua unsur tersebut. Pantai Akkarena Tanjung Bunga terletak disekitar pantai Kota Makassar biasanya menerima pengunjung lebih dari 1000 orang perharinya dan meningkat bila waktu liburan tiba, tempat ini dapat dicapai dengan mudah karena letaknya tidak begitu jauh dari jantung Kota Makasar, hanya sekitar 10 menitan saja dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Tempat ini adalah lokasi yang sangat tepat dijadikan salah satu tujuan wisata keluarga karena sangat murah dan nyaman. Berbagai fasilitas ditawarkan dilokasi ini diantaranya adalah wisata pantainya, sarana bermain anak-anak dan dewasa, restoran, taman, dermaga untuk tempat bersantai sambil menikmati sunset di pantai, olah raga air seperti banana boat dan jet ski serta masih banyak lagi fasilitas-fasilitas lain yang bisa digunakan.

Lantas bagaimana kalau anda merasa lapar atau haus..? don't worry, ditempat ini juga disediakan area foodcourt baik yang outdoor maupun yang indoor. Soal harga..? tidak usah diragukan lagi karena pasti cocok dengan kantong anda.


05/12/11

Benteng Somba Opu Saksi Bisu Sejarah Masa Lalu Kerajaan Gowa Di Makassar




Benteng Somba Opu adalah benteng yang dibangun oleh Raja Gowa ke IX yang berjuluk Daeng Matanre Tumapa'risi Kallonna pada abad ke XVI (tahun 1550-1650). Kerajaan Gowa merupakan salah satu Kota Bandar terbesar di Asia Tenggara pada masa kejayaannya. Benteng Somba Opu merupakan Saksi Bisu sejarah kejayaan kerajaan Gowa Pada Masa itu.

Kini kawasan Benteng Somba Opu telah menjadi pusat budaya Miniatur Sulawesi Selatan dan telah dibangun berbagai rumah adat tradisional dari berbagai suku atau etnis yang ada di Sulawesi Selatan, dan telah menjadi tempat pameran budaya Sulawesi Selatan Setiap tahunnya.

Langga Roko' Khas Kota Daeng Makassar




Buat yang sedang lapar karena perut belum diisi.. kayaknya postingan Icapila Daeng Kana berikut ini bisa menjadi salah satu referensi atau pengobat untuk rasa lapar dalam perut. Juku' Langga Roko' khas Kota Daeng Makassar merupakan kuliner penggugah selera, adalah pepes ikan bakar yang diberi bumbu khas orang makassar, dibungkus daun pisang lalu dipanggang dengan bara dari arang kayu. Hmmm sungguh suatu kenikmatan tersendiri menikmati aroma dari paduan ikan bakar dan daun pisang yang menjadi satu dengan kuliner yang bernama Langga Roko' yang sedang dipanggang.. sudah terbayang kan rasa dan kenikmatannya..?

Jenis ikan yang dipergunakan untuk mengolah kuliner lezat ini adalah ikan Baronang besar (siganus) atau yang biasa disebut oleh orang luar negeri dengan sebutan Rabbitfish, karena makanan ikan ini adalah lumut-lumutan atau algae.. kenapa jadi membahas masalah ikan nih..? hehe.. sorry daeng kita kembali ke kuliner lezat kita tadi..

Baronang bakar tersebut kemudian diberikan bumbu khas Makassar yang terdiri dari asam, kunyit, bawang merah dan putih, kemiri, cabai, ketumbar, lengkuas dan serai, lalu ikan dibungkus dengan bungkusan daun pisang bersama bumbu yang dihaluskan kemudian dipanggang hingga matang.

Ok daeng.. yang mau bikin sendiri Juku' Langga Roko' silahkan mencoba sendiri resepnya, tapi bagi yang ingin langsung menikmatinya silahkan datang langsung ke Makassar dan nikmati sendiri sensasi yang ditawarkan dari kuliner lezat ini.